Senin, 20 April 2026

Berita Kampus ITS

Peneliti ITS Berharap SIFARS Digunakan Pemerintah dan Lembaga Kepolisian, begini Fungsinya

Berbekal prinsip teknologi deep learning tim peneliti tim peneliti ITS Surabaya menciptakan SIFARS.

Penulis: Samsul Arifin | Editor: Parmin
foto: istimewa
Mauridhi Hery Purnomo dan Supeno Mardi Susiki Nugroho, saat mendiskusikan terobosan baru mereka bernama SIFARS, Kamis (13/12/2018). Tim peneliti ITS berharap SIFARS diadopsi pemerintah dan lembaga kepolisian. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berbekal prinsip teknologi deep learning tim peneliti Departemen Teknik Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan SIFARS (Smart ITS Face Recognition System).
Sebuha alat pendeteksi wajah ini dibuat oleh tim gabungan terdiri dari dosen dan mahasiswa ITS.

Salah satu anggota tim, Supeno Mardi Susiki Nugroho, menjelaskan terobosan ini mengolah aliran frame baik secara real time maupun dari rekaman CCTV untuk mengenali wajah seseorang yang dicari.

“Alhasil, sistem ini dapat digunakan tanpa perlu membuat aturan baru, sehingga mampu mendeteksi secara cepat,” ujar dosen kelahiran 13 Maret 1970 ini, Kamis, (13/12/2018).

Tak hanya unggul dari segi kecepatan dalam mendeteksi wajah, Uki juga mengklaim jika hasil luaran SIFARS ini bisa akurat hingga 99 persen.

“Baik terlihat pada posisi wajah penuh maupun pada wajah sebagian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, terobosan SIFARS ini juga dinilai timnya lebih compatible.

“Hal Ini dikarenakan SIFARS bisa dihubungkan dengan berbagai jenis IP Camera,” papar alumnus ITS tersebut.

Mewakili tim, Uki berharap SIFARS dapat dikerjasamakan dengan pihak pemerintah dan kepolisian.

“Mengingat banyak sekali manfaat dari adanya SIFARS ini, seperti untuk bukti forensik, pemantauan keamanan maupun membantu dalam pelacakan keberadaan seseorang,” tandasnya meyakinkan.
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved