Pengakuan Dosa La Nyalla

Ketum Golkar Airlangga Hartarto Tanggapi Pengakuan Dosa La Nyalla Telah IsukanJokowi PKI

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengapresiasi pengakuan dosa La Nyalla yang telah mengakui turut menyebarkan isu Jokowi adalah PKI.

KOMPAS.com/JESSI CARINA
Mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mataliti di kediaman calon wakil presiden nomor urut 02, Maruf Amin, Jalan Situbondo, Selasa (11/12/2018). Ketum Golkar Tanggapi Pengakuan Dosa La Nyalla Telah IsukanJokowi PKI, Kristen, dan Cina 

SURYA.co.id | JAKARTA - Beberapa hari lalu, eks politikus Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti menyampaikan pengakuan dosa telah mengisukan Jokowi PKI, Kristen, dan Cina.

Bahkan, pengakuan dosa La Nyalla yang juga calon legislatif dari jalur DPD ini disampaikan usai bertemu dengan Cawapres KH Maruf Amin di Jalan Situbondo, Jakarta. 

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengapresiasi pengakuan dosa La Nyalla yang telah mengakui turut menyebarkan isu Jokowi adalah PKI.

La Nyalla Beber Cara Sebarkan Isu Jokowi PKI, Janji Potong Leher jika Nanti Prabowo Menang di Madura

La Nyalla : Saya yang Isukan Pak Jokowi PKI, Sebarkan Obor Rakyat di Pilpres 2014, Saya Menyesal

Airlangga Hartarto mengatakan, dengan demikian masyarakat seharusnya tidak terpengaruh lagi dengan isu tersebut.

Menteri Perdagangan Airlangga Hartanto saat meresmikan pabrik susu Greenfields di Wlingi, Blitar, Selasa (6/3/2018).
Menteri Perdagangan Airlangga Hartanto saat meresmikan pabrik susu Greenfields di Wlingi, Blitar, Selasa (6/3/2018). (surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari)

"Tentu masyarakat kita sudah dapat menilai apa yang dia sampaikan. Masyarakat sudah dewasalah untuk menilai agar tidak percaya lagi akan isu seperti itu," ujar Airlangga Hartarto saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Apalagi, dalam setiap kesempatan bertatap muka dengan masyarakat, Presiden Jokowi sendiri selalu mengklarifikasi mengenai isu yang muncul semenjak Pemilihan Presiden 2014 tersebut.

Airlangga yang menjabat menteri perindustrian itu pun mengajak seluruh pihak untuk menjalankan proses pemilu secara demokratis tanpa harus membumbuinya dengan penyebaran fitnah, kabar bohong, dan ujaran kebencian.

Berita Terkini Mapolsek Ciracas Dibakar, Polisi Tangkap 4 Pelaku Pengeroyokan, 1 Pelaku Masih Buron

"Publik itu harus mengerti bahwa ada baiknya kita berbicara yang lebih obyektif dan substansif. Jadi hal-hal semacam ini, menyebarkan kebohongan, tidak sesuai dengan demokrasi yang ingin kita kembangkan. Jadi kita harapkan kampanye itu lebih obyektiflah dan tidak menyebarkan kepalsuan," ujar Airlangga.

Diberitakan, La Nyalla Mataliti melakukan upaya untuk meredam isu keterkaitan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dengan PKI.

La Nyalla melakukan hal itu karena dirinya merupakan salah satu penyebar isu tersebut ketika masih mendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2014.

"Saya sudah keliling, kita sudah keliling dengan saya memviralkan bahwa Pak Jokowi bukan PKI. Saya sudah minta maaf, dan saya mengakui bahwa saya yang sebarkan isu PKI itu, saya yang ngomong Pak Jokowi PKI, saya yang mengatakan Pak Jokowi itu agamanya enggak jelas, tapi saya sudah minta maaf," ujar La Nyalla di kediaman Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo, Selasa (11/12/2018).

Mantan Ketua Umum PSSI itu sudah bertemu dengan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo untuk meminta maaf.

Dia mengaku menyebarkan fitnah itu di Jawa Timur dan Madura. Dia bersyukur Jokowi mau memaafkannya.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved