Penembakan di Papua

Berita Terkini Egianus Kogoya Gunakan Senjata Militer dari Penyelundupan Pasar Gelap Dua Negara

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya rupanya mendapatkan senjata militer dari pasar gelap yang ada di Papua Nugini dan Filipina.

Berita Terkini Egianus Kogoya Gunakan Senjata Militer dari Penyelundupan Pasar Gelap Dua Negara
Facebook TPNPB
jenis senjata yang dipakai Egianus Kogoya dan KKSB Papua. Berita Terkini Egianus Kogoya Dapat Senjata Militer dari Penyelundupan Pasar Gelap Dua Negara 

SURYA.co.id - Berita terkini Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya rupanya mendapatkan senjata militer dari pasar gelap yang ada di Papua Nugini dan Filipina.

Berita tersebut setelah pihak Mabes Polri memastikan senjata yang digunakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Dari hasil penyelidikan yang senjata yang digunakan berasal dari pasar gelap.

Selain dipasok dari dua negara itu, senjata militer yang digunakan Egianus Kogoya CS ini juga dari hasil rampasan petugas di Papua.

Giliran 25 Orang Klaim Kader PAN Sumsel Mbalelo Dukung Jokowi-Maruf

DPR Ingin Ada Operasi Tumpas KKB, juga Tetapkan Kelompok Separatis sebagai Teroris

"Senjata-senjata tersebut didapat dari jalur penyelundupan secara gelap. Yang dilakukan oleh kelompok tersebut dengan membeli beberapa senjata di wilayah PNG ( Papua Nugini) maupun di wilayah Filipina khususnya Filipina Selatan," papar Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat mengutip dari Kompas Tv pada Kamis (13/11/2018) pukul 12.30 WIB.

Untuk diketahui, Papua Nugini menjual senjata militer di perbatasan Papua melalui jalur darat, sementara di Filipina menggunakan jalur laut.

"Sementara jika di Filipina jalur masuknya senjata tersebut melalui jalur laut. Sedangkan di PNG jalur yang dilalui melalui jalur darat," tegas Dedi Prasetyo.

Proses evakuasi jenazah di Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga lokasi penembakan yang dilakukan kelompok KKB.
Proses evakuasi jenazah di Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga lokasi penembakan yang dilakukan kelompok KKB. (John Roy Purba/Istimewa)

Sedikitnya 25 pucuk senjata beragam merek berhasil dimiliki Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dari 25 merek tersebut yang paling banyak adalah senjata jenis laras panjang.

Ketum Golkar Airlangga Hartarto Tanggapi Pengakuan Dosa La Nyalla Telah IsukanJokowi PKI

Fahri Hamzah Bandingkan Hoaks Jokowi PKI ala La Nyalla dan Hoaks Ratna Sarumpaet, Adil Itu Relatif

Tim juga masih mengejar kelompok bersenjata yang bersembunyi di hutan Papua.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah mengirim 154 personel gabungan dari TNI dan Polri pascapembunuhan pekerja yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di jembatan distrik Yigi, Nduga, Papua.

Tambahan personel ini akan ditempatkan di berbagai lokasi yang rawan terjadinya penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Mereka akan memulihkan tanah Papua dan mengawal proyek infrastruktur sehingga pembangunan tetap berjalan.

"Masyarakat Papua butuh keamanan dan kenyamanan. Pemerintah berupaya untuk memulihkan keamanan dan kenyamanan di sana," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/12/2018) dikutip dari Kompas.com.

Namun, hal tersebut membuat pihak sempalan OPM itu semakin berani untuk menyuarakan keinginan mereka.

Usai melakukan pembantaian terhadap 19 pekerja Trans Papua di jembatan Nduga, Papua, kini Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengeluarkan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia.

Para pelaku pembunuhan terhadap 19 pekerja Trans Papua itu bersembunyi di hutan-hutan, dan masih terus dikejar dan dilacak. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Kodam Cendrawasih, Kolonel Muhammad Aidi.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved