Berita Jember

Petasan yang Menewaskan Warga Jember, Dipesan Untuk Pesta Hajatan

Selama empat malam berturut-turut, Suartik membuat petasan yang dipesan oleh tetangganya untuk hajatan.

Petasan yang Menewaskan Warga Jember, Dipesan Untuk Pesta Hajatan
surya/sutono
ilustrasi petasan. Di Jember, seorang pembuat petasan tewas terkena ledakan. Petasan itu dibuatnya untuk memenuhi pesanan tetangga yang menggelar hajatan. 

SURYA.co.id | JEMBER - Kapolsek Sumberbaru, Jember,  AKP Subagio mengimbau kepada masyarakat tidak memakai petasan dalam perayaan kegiatan keagamaan maupun hajatan. Sebab pemakaian petasan itu membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Imbauan ini disampaikan Subagio ketika diwawancarai wartawan paska meledaknya petasan di dapur rumah Muhlas alias Pak Suartik (50), di Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru. Akibat ledakan itu, Suartik tewas dengan kondisi tubuh mengenaskan.

Peristiwa itu terjadi di dapur rumah Suartik, Selasa (11/12/2018) malam. Warga setempat mengenal Suartik kerap membuat petasan dan mercon bantingan alias bondet.

Saat petasan yang dibuatnya meledak, Suartik rupanya tengah mengerjakan pesanan tetangganya yang sedang menggelar hajatan. Ketika petasan itu meledak, Suartik juga seorang diri. Istri dan anaknya sedang membantu di rumah tetangganya yang menggelar  hajatan tersebut. Tetangga yang punya hajat itu pula yang memesan petasan ke dirinya.

Tiga Malam Terdengar Letusan dari Dapur, Malam Keempat Ada Ledakan Keras dan Suartik Meninggal

Dari oleh tempat kejadian perkara, selama empat malam berturut-turut, Suartik mengerjakan petasan itu. Menurut Subagio, selama tiga malam berturut-turut pukul 19.00 Wib, terdengar bunyi letusan dari dapur rumah Suartik.

"Semuanya terjadi pukul 19.00 Wib, selepas adzan Isya'. Semalam itu yang terbesar suara ledakannya, bahkan sampai menewaskan orang yang membuat petasan dan merusak rumah," kata Subagio ketika dikonfirmasi, Rabu (12/12/2018).

Subagio menuturkan, korban alias Suartik sedang merakit petasan malam itu. Petasan yang dirakitnya, antara lain pesanan yang tetangga.

"Saat kami olah TKP, kami menemukan petasan yang sudah jadi, juga ada satu bondet kecil. Kami amankan semua," lanjut Bagio.

Subagio lantas menghimbau masyarakat Sumberbaru tidak memakai petasan untuk merayakan hari besar keagamaan maupun hajatan.

"Dengan kejadian yang sudah pernah terjadi, dan kali ini terjadi lagi, mengingat bahayanya petasan dan sudah memakan korban. Kami mengimbau untuk tidak memakai petasan lagi baik untuk perayaan hari besar keagamaan maupun hajatan, karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain," tegas Bagio.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved