Berita Surabaya

Cyber Crime di Indonesia Nomor 2 Dunia, Dirkrimsus Polda Jatim Beri 5 Pesan di Seminar Fisip Ubhara

Di Jawa Timur, kasus cyber crime sudah mencapai 242 perkara cyber crime dengan berbagai modus operandi.

Cyber Crime di Indonesia Nomor 2 Dunia, Dirkrimsus Polda Jatim Beri 5 Pesan di Seminar Fisip Ubhara
citizen reporter/ardi setyowitanto
Seminar Nasional, Sinergitas Komponen Bangsa di Era Milenial dan Revoluasi Industri 4.0 yang digelar Fisip, Universitas Bhayangkara Surabaya di Hotel Mercure, Rabu (12/12/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus cyber crime di Indonesia menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia setelah Jepang.

Hingga tahun 2017, kasus cyber crime di Indonesa mencapai 90 juta kasus.

Sementara di Jawa Timur, kasus cyber crime sudah mencapai 242 perkara cyber crime dengan berbagai modus operandi.

Hal ini disampaikan Direktur Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan saat mewakili Kapolda Jatim menjadi keynote speaker Seminar Nasional, Sinergitas Komponen Bangsa di Era Milenial dan Revoluasi Industri 4.0 yang digelar Fisip, Universitas Bhayangkara Surabaya di Hotel Mercure, Rabu (12/12/2018).

Dijelaskan Ahmad Yusep Gunawan, kasus cyber crime yang ditangani Polda Jatim meliputi transaksi asusila sesama jenis, judi online yang melibatkan tujuh warga Negara asing, penipuan tenaga kerja berbasis digital serta kasus endorse kosmetika illegal dan ujaran kebencian.

Menurut Yusep, untuk menangani kasus ini Polri tidak mungkin bekerja sendiri, tetapi harus bekerjasama sama dengan sejumlah stake holder dan terus hadir di tengah masyarakat.

“Sinergi adalah intisari dan berfungsi sebagai katalisator kekuatan yang sangat penting dan harus dilakukan untuk menanggulangi berbagai masalah,” kata Yusep.

Di acara ini, Yusep menyampaikan lima pesan terkait cyber crime.

Dia meminta masyarakat untuk cerdas dan bijak dalam menggunakan teknologi digital serta mengikuti perkembangan dan manfaat teknologi.

“Manfaatkan peluang di era milenial dan revolusi industri 4.0 sebaik mungkin. Pergunakan digital menjadi sarana efektif serta dan pahami kaidah hukum dalam menggunakannya,” pesannya.

Seminar sinergitas komponen bangsa di era milenial dan revolusi industri ini menghadirkan Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal, Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi, Ketua Dewan Penasehat Gapeksindo Jatim Gatut Prasetyo serta akademisi, Prof Dr Y Soar Simamora dan Dr Haryono.

Rektor Universitas Bhayangkara Brigjen Pol Edy Prawoto mengatakan, revolusi industri 4.0 sangat berdampak di berbagai sendi kehidupan.

“Perubahan akan semakin cepat. Era milenial membuka kesempatan untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu bertahan dalam persaingan global yang kompetitif,” katanya.

“Ubhara bertanggungjawab pada kualitas SDM yang dihasilkan melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian. Ubhara harus dapat menyiapkan generasi bangsa yang berkompeten. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dengan komponen bangsa, instansi pemerintah, swasta dan industry,” katanya.

Penulis : Ardi Setyowitanto, mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Bhayangkara Surabaya

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved