Breaking News:

Berita Mojokerto

Jelang Natal dan Tahun Baru, Polres Mojokerto akan Razia Miras di Tempat - tempat ini

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru Polres Mojokerto akan menggelar Operasi Lilin Semeru dengan sasaran peredaran miras.

surabaya.tribunnews.com/m taufik
Apel kesiapa anggot di Polres Mojokerto sebelum mengobrak lokasi balap liar. Polres Mojokerto akan merazia sejumlah tempat yang diduga menjadi peredaran miras jelang Natal dan Tahun Baru. 

Surya.co.id l MOJOKERTO - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru Polres Mojokerto akan menggelar Operasi Lilin Semeru serentak pada tanggal 21 Desember mendatang. Dalam operasi itu sasarannya peredaran miras di sejumlah titik.

Operasi Lilin dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto perayaan Natal dan Tahun Baru nanti.

Kasat Sabhara Polres Mojokerto AKP Bambang Eko Sujarwo mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan di setiap gereja, tempat wisata, dan sejumlah titik yang dijadikan tempat perayaan tahun baru.

"Kami akan berupaya agar saat perayaan Natal dan tahun baru ini Kabupaten Mojokerto tetap kondusif," katanya, Selasa (11/12).

Dia menambahkan, selain memberikan kenyamanan saat perayaan Natal dan Tahun baru, target operasi mereka yang lain yakni peredaran minum keras. Peredaran miras khususnya di Mojokerto masih terbilang cukup tinggi.

Maka dari itu, pihaknya akan menyisir ke sejumlah lokasi favorit untuk pesta miras. Lokasi itu di antaranya di cafe dan warung remang-remang.

"Selain itu juga di tempat-tempat favorit dalam merayakan Tahun Baru" paparnya.

Bambang menyebutkan, pada 2018 Polres Mojokerto berhasil mengungkap pabrik miras oplosan di Pungging dan Kutorejo.

Meski kedua pabrik miras tersebut berhasil digerebek, bukan berarti masalah peredaran miras telah usai. Rupanya miras oplosan juga dipasok dari luar daerah Mojokerto.

Bambang mengungkapkan, memang sulit menuntaskan kasus peredaran miras. Tapi pihaknya akan terus berupaya untuk menekan angka peredaran miras. Sebab, miras oplosan sendiri tentunya sangat berbahaya karena kadar alkoholnya di atas 70 persen.

"Miras oplosan sangat berbahaya, kami akan berupaya untuk menekan angka peredaran. Untuk kasus adanya warga di Kabupaten Mojokerto tewas lantaran menenggak miras, di tahun 2018 kami belim mendapat laporan," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved