Rumah Politik Jatim

Caleg Muda Dhimas Anugrah: PSI Ajak Semangat Lindungi Perempuan dari Kekerasan Seksual

Perlindungan perempuan dari kekerasan seksual menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam #Festival11 Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Caleg Muda Dhimas Anugrah: PSI Ajak Semangat Lindungi Perempuan dari Kekerasan Seksual
surya.co.id/fatimatuz zahro
Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dhimas Anugrah saat hadir dalam #Festival11, di Jatim Expo, Selasa (11/12/2018).  

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Perlindungan perempuan dari kekerasan seksual menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam #Festival11 Partai Solidaritas Indonesia yang digelar di Jatim Expo, Selasa, (11/12/2018).

Caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dhimas Anugrah mengatakan perlindungan perempuan menjadi masalah yang diperhatikan oleh PSI.

Dhimas yang merupakan caleg DPR RI nomor urut 2 daerah pemilihan Surabaya Sidoarjo ini mengatakan, perempuan kerap menjadi objek kekerasan seksual.

"Banyak perempuan yang menjadi objek kekerasan baik fisik maupun secara verbal. Ini menjadi perhatian PSI untuk melawan itu dan ingin diperjuangkan oleh PSI," kata Dhimas.

Caleg muda yang berusia 37 tahun ini menyebut bahwa PSI berupaya untuk memperjuangkan hak-hak wanita. Sehingga ia ingin para perempuan memiliki satu semangat untuk penegakan hukum yang melindungi martabat wanita.

Tak terkecuali bagi perempuan yang mengalami kekerasan seksual secara verbal di media sosial. Pasalnya banyak mereka yang mengalami kekerasan seksual namun hanya diam, tidak melapor.

"Termasuk saat mengalami kekerasan seksual secara fisik, di tempat umum, diangkot. Kami ingin menyebarkan semangat bahwa itu bukan hal baik yang harus diperangi," katanya.

Tak jarang mereka yang mengalami kekerasan seksual tidak berani melapor dan hanya diam. Padahal jika hanya diam, pelaku kekerasan seksual tidak akan merasa itu adalah hal yang salah dimana perempuan adalah yang dirugikan.

"PSI ingin mewujudkan perlindungan hak-hak wanita. Dan itu akan kami kawal baik dari segi regulasi maupun penerapan aturan," kata pria yang tengah menempuh studi mengambil gelar PhD di Oxforf University ini.

Ia sempat menyinggung kasus kekerasan seksual yang menimpa Ketua Umum PSI Grace Natalia. Hal tersebut harus menjadi momentum pengingat bahwa kekerasan seksual di dunia maya yang kemudian diviralkan adalah tindakan yang sangat merugikan.

"Itu termasuk kekerasan seksual dengan mengedit foto syur, dan menurut saya tindakan itu adalah upaya pembunuhan karakter yang harus bersama-sama diperangi," pungkas Dhimas.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved