Breaking News:

Berita Surabaya

Wisnu Wardhana Terancam Dicoret dari Daftar Caleg Pasca Diputus Bersalah oleh MA

Vonis Bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) kepada Wisnu Wardhana berpotensi akan berimbas kepada pencalonan Wisnu sebagai Caleg DPRD Jatim.

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Wisnu Wardhana 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penetapan hukuman pidana oleh Mahkamah Agung (MA) kepada Wisnu Wardhana berpotensi akan berimbas kepada pencalonan Wisnu sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Jatim. Untuk diketahui, saat ini Wisnu tercatat dalam Daftar Caleg Tetap (DCT) untuk DPRD Jatim dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Berada di nomor urut 1, Wisnu maju dari daerah pemilihan Jatim III ( Kota/Kabupaten Pasuruan dan Kota/Kabupaten Probolinggo). Dengan keluarnya putusan dari Mahkamah Agung (MA), pihak penyelenggara pemilu kemungkinan akan mencoret Wisnu dari DCT.

"Bisa di-TMS(Tidak Memenuhi Syarat)-kan," kata Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim, Aang Kunaifi kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (9/12/2018).

Saat ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menindaklanjuti putusan tersebut. "Sebab, hingga saat ini putusan itu belum kami terima dokumennya," terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Komisioner KPU Jatim, M Arbayanto mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu salinan putusan yang diberikan oleh parpol. Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan klarifikasi atau bersurat kepada MA dalam waktu dekat.

Namun, Arba belum dapat memutuskan status Wisnu untuk saat ini. "Sementara kami belum bisa berkomentar dahulu mengenai status yang bersangkutan," katanya kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (9/12/2018).

Eks Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana Divonis 6 Tahun Penjara oleh MA, Kapan Dieksekusi?

Delta Speed, Polisi Khusus yang Bertugas Memberantas Balap Liar di Sidoarjo

Erick Thohir Tak Mau Jadi Ketua PSSI. Persoalan Birokrasi Jadi Alasannya

Sebelumnya, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kasipenkum Kejati Jatim), Richard Marpaung membenarkan terkait amar yang beredar lingkungan awak media.

Amar Mahkamah Agung (MA) itu isinya menjatuhkan hukuman pidana enam tahun penjara kepada mantan Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019, Wisnu Wardhana.

Sebab, Wisnu dianggap bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi serta membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara hingga memberikan hukuman tambahan yaitu membayar uang pengganti senilai Rp1,5 miliar.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved