Peneliti LIPI Sebut Operasi Militer Penanganan Egianus Kogoya & KKSB Papua Tak Selesaikan Masalah

Peneliti senior LIPI, Adriana Elisabeth berpendapat kalau operasi militer untuk menangani Egianus Kogoya & KKSB di Papua tak akan selesaikan masalah

Peneliti LIPI Sebut Operasi Militer Penanganan Egianus Kogoya & KKSB Papua Tak Selesaikan Masalah
youtube
Peneliti LIPI Sebut Operasi Militer Penanganan Egianus Kogoya & KKSB Papua Tak Selesaikan Masalah 

SURYA.co.id - Seorang peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elisabeth berpendapat kalau operasi militer untuk menangani Egianus Kogoya & KKSB di Papua tak akan menyelesaikan masalah

Pendapat peneliti senior LIPI Adriana Elisabeth ini menanggapi wacana kalau pemerintah akan mengadakan operasi militer untuk menangani Egianus Kogoya & KKSB di Papua

Alasannya menurut peneliti senior LIPI Adriana Elisabeth, operasi militer untuk menangani Egianus Kogoya & KKSB di Papua tidak akan menuntaskan masalah pokok masyarakat Papua.

"Lebih baik, operasi militer jangan pernah dilakukan. Tindakan represif dari aparat keamanan, justru akan menambah semangat kelompok bersenjata untuk membalas," jelas Adriana kepada Tribunnews saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (7/12/2018)

Egianus Kogoya Enggan Lawan Helikopter TNI, Inilah 3 Alutsista TNI yang Ampuh Tumpas KKSB

2 Jenderal Pimpin Langsung Penangkapan Egianus Kogoya & KKSB Pelaku Pembantaian 31 Pekerja di Nduga

Lebih dari itu, Adriana mengingatkan kepada pemerintah untuk menuntaskan permasalahan yang selama ini tidak tertuntaskan di Papua, baik dari isu Hak Asasi Manusia (HAM), hingga pembangunan sumber daya manusia.

Selama ini, dirinya melihat ada satu masalah mendasar bagi warga Papua, yakni diskriminasi terhadap warga asli.

Diskriminasi yang dimaksud adalah stigma kepada orang Papua yang masih negatif dibanding dengan pendatang.

Padahal, lanjutnya, jika dicermati, warga Papua hanya menginginkan hak mereka yang harus diakomodir oleh negara.

"Mereka hanya ingin kewajiban negara, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan terlaksana secara baik. Sehingga, saya menilai, dibanding melakukan operasi militer, lebih baik melakukan pendekatan yang lebih lunak (soft approach)," urainya.

Pembangunan infrastruktur yang digalakkan oleh pemerintah di Papua melalui Trans-Papua, dianggap sebagai suatu terobosan positif.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved