Suami Wali Kota Airin Rachmi Diany Check In di Hotel dengan Artis FNJ, Rekaman Video Akan Dibuka

Seorang napi yang diduga pelesiran keluar lapas adalah Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan, suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany

Suami Wali Kota Airin Rachmi Diany Check In di Hotel dengan Artis FNJ, Rekaman Video Akan Dibuka
antara
Terdakwa kasus dugaan suap sengketa pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan berdiskusi dengan kuasa hukum usai menjalani sidang lanjutan dengan agenda tanggapan jaksa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/3/2014). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) tengah menelusuri dugaan suap pemberian izin keluar dan fasilitas-fasilitas mewah bagi napi di Lapas Sukamiskin, Bandung.

Salah satu napi yang diduga pelesiran keluar lapas adalah Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan, suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Wawan diduga mendapatkan izin keluar untuk berobat dari Lapas Sukamiskin dan disalahgunakan untuk berkencan di hotel dengan seorang artis muda berinisial FNJ.

Respons Kakak Bahar bin Smith soal Status Tersangka : Sejatinya Dia Baik dan Toleran

Muncul Spanduk #JKWBersamaPKI, Pria Ini Laporkan BPP Prabowo-Sandi ke Bawaslu

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK sedang menelusuri dugaan Wawan menyalahgunakan izin berobat itu untuk menginap di hotel.

KPK, menurut Febri, sudah memiliki bukti kuat soal keberadaan suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu.

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany
Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (TRIBUNNEWS)

Misalnya bukti elektronik terkait keberadaan dua hotel sebagaimana dalam dakwaan Wahid Husen dan Wawan bersama siapa saja di hotel tersebut.

"Tentu bukti-bukti tersebut akan kami buka diproses persidangan, sepanjang terkait penanganan perkara. Dengan siapa atau siapa saja di sana (di dua hotel), saya tidak bisa sampaikan sekarang. Peristiwanya akan dibuka di fakta persidangan nanti sesuai bukti yang sudah dimiliki oleh JPU," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (7/12).

Untuk diketahui, Wawan merupakan terpidana 5 tahun penjara. Wawan pertama kali dieksekusi KPK ke Lapas Sukamiskin Bandung pada Selasa, 27 Maret 2015.

Sebelumnya Wawan divonis terbukti sebagai pemberi suap Rp 8,5 miliar kepada terpidana mantan hakim sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) M Akil Mochtar.

Suap dari Wawan terkait pengurusan putusan sengketa pilkada Kabupaten Lebak 2013 dan putusan sengket‎a Pilgub Banten 2011.

Halaman
12
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved