PSSI

PSSI Diminta Panggil Vigit Waluyo Terkait Kasus Pengaturan Skor Pertandingan Sepakbola di Indonesia

PSSI Diminta Panggil Vigit Waluyo Terkait Kasus Pengaturan Skor Pertandingan Sepakbola di Indonesia. Di Mata Najwa, Vigit Waluyo disebut mafia bola

PSSI Diminta Panggil Vigit Waluyo Terkait Kasus Pengaturan Skor Pertandingan Sepakbola di Indonesia
Tribunnews.com
Vigit Waluyo dan Gusti randa. PSSI Diminta Panggil Vigit Waluyo Terkait Kasus Pengaturan Skor Pertandingan Sepakbola di Indonesia 

Laporan Wartawan Surya, Dya Ayu

SURYA.co.id | MALANG - Bambang Suryo meminta PSSI bergerak cepat melakukan investigasi dan tindakan terhadap persoalan kasus pengaturan skor (match fixing) sepak bola Indonesia.

Bambang Suryo mantan runner pengaturan skor sepakbola Indonesia yang sudah terang-terangan menyebut Vigit Waluyo diduga sebagai mafia sepakbola Indonesia di acara Mata Najwa yang disiarkan di TranTV beberapa hari lalu, tak diimbangi gerak cepat PSSI.

PSSI sebagai federasi yang menaungi klub-klub di Indonesia diminta Bambang Suryo turun tangan atas persolan pengaturan skor pertandingan.

Bambang Suryo menilai,  PSSI belum 'action' pada kasus ini. PSSI tak berani memanggil Vigit Waluyo untuk dimintai keterangan soal kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepakbola.

"Belum ada. Seharusnya PSSI langsung menindak, menindak dalam artian mencari sumbernya dari mana, dan sebagainya. Tapi sejauh ini saya lihat belum ada dan mereka (PSSI) diam saja. Vigit sembunyi dimana saja belum tahu. Mungkin mereka juga masih menggodok, karena ini perlu valid data-datanya," kata Bambang Suryo pada Surya.co.id, Rabu (5/12/2018) siang di Malang.

Bambang meminta agar PSSI segera bergerak agar borok sepakbola Indonesia segera terkelupas satu persatu. Meskipun dirinya mengakui dari match fixing ini banyak dari oknum PSSI.

"Saya minta PSSI segera action. Mana actionnya? Kami semua ingin sepakbola Indonesia yang baru, dengan sportifitas tinggi dan jangan ada lagi hal seperti ini," jelasnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved