Endorse Produk Kosmetik Ilegal, Tujuh Selebritis Akan Diperiksa Polda Jatim

Ada tujuh artis kondang yang menjadi endorse produk kecantikan ilegal itu, dua di antaranya artis penyanyi berinisial VV dan NR.

Endorse Produk Kosmetik Ilegal, Tujuh Selebritis Akan Diperiksa Polda Jatim
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan membeberkan barang bukti kosmetik oplosan. Dalam kasus ini, polisi berencana memanggil sejumlah selebritis yang menjadi endorser. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur akan memanggil sejumlah selebritis yang menjadi endorser produk kecantikan pemutih ilegal, merek Derma Skin Care (DSC).

Ada tujuh artis kondang yang menjadi endorse produk kecantikan ilegal itu, dua di antaranya artis penyanyi berinisial VV dan NR.

Artis endorse lainnya adalah, OR, MP, NK, DK dan B. Inisial yang terakhir disebutkan adalah seorang disk jockey ternama. 

Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan menjelaskan, pelaku berinisial KIL yang merupakan pemilik sekaligus pembuat produk kecantikan oplosan tanpa izin,  memakai jasa figur artis untuk promosi (endorse) produknya.

"Proses promosinya seolah-olah artis itu memakai produk kecantikan itu (Oplosan), padahal tidak," ungkapnya saat Press Relase di Mapolda Jatim, Rabu (5/12/2018).

Rofik mengatakan pihaknya akan secepatnya memanggil para artis endorse yang terlibat untuk diperiksa sebagai saksi.

"Karena urgensi untuk meminta keterangan pemanggilan saksi-saksi sesuai tahapan penyidikan," jelasnya.

Ditengarai Marak Kosmetik Palsu Dijual secara Online, Begini Imbauan Dinkes Kota Blitar

Sebelumnya, anggota Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek klinik kecantikan milik pelaku KIL di wilayah Kediri.

Dari penggelahan Polisi menganmankan berbagai produk kecantikan oplosan tidak dilengkapi dokumen izin Dinas Kesehatan dan BPOM.

Wadirkrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara mengatakan sejumlah barang bukti kosmetik pemutih kulit itu disita. Produk kosmetik itu mulai dari paket pemutih wajah berupa cream pemutih (siang dan malam), serum pemutih, bedak dan lainnya.

"Total ada 1600 produk kecantikan ilegal siap edar," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved