Berita Entertainment

Aa Gym Usul Ahok Diundang di Reuni 212 Tahun 2019, Lihat Ekspresi Fadli Zon ini!

Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym mencetuskan ide untuk mengundang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam reuni 212 tahun 2019.

Aa Gym Usul Ahok Diundang di Reuni 212 Tahun 2019, Lihat Ekspresi Fadli Zon ini!
Serambi Indonesia
Aa Gym buka suara mengenai daftar 200 mubaligh Indonesia 

SURYA.CO.ID - Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym mencetuskan ide untuk mengundang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam reuni 212 tahun 2019 mendatang. 

Ide itu diucapkan Aa Gym saat hadir di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) PascaReuni 212 yang ditayangkan di TVOne, Selasa (4/12/2018). 

Menurut Aa Gym reuni 212 harusnya menjadi momentum kebersamaan seluruh bangsa. 

"Saya berpikir siapa pun yang nanti ditakdirkan jadi presiden, 212 ini kita rawat, jadi momentum kebersamana kita. Pak Ahok kan tahun depan udah lulus, kita undang. Gak ada masalah lagi, udah selesai urusannya semua, pilpres sudah selesai," ucap Aa Gym

"Setuju tidak para hadirin?," tanya Aa Gym yang dijawab setuju oleh penonton ILC di studio TVOne. 

Setelah Aa Gym mengatakan akan mengundang Ahok, kameramen TVOne langsung menyorot ke arah Fadli Zon yang juga hadir di acara itu. 

Tampak Fadli Zon tersenyum sambil kedua tangannya disatukan di awah dagunya. 

Diketahui, Berdasarkan latar belakangnya, aksi Reuni Akbar 212 adalah gerakan untuk menuntut keadilan atas pernyataan Ahok.

Ahok kala itu diduga melakukan penodaan agama.

Kemudian, Ahok divonis 2 tahun penjara tahun lalu karena dinilai terbukti melakukan penodaan agama.

Ahok telah mengajukan PK ke MA, tetapi MA menolak PK tersebut.

Ahok saat ini menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Aa Gym di ILC Pascareuni 212
Aa Gym di ILC Pascareuni 212 (Youtube Indonesia Lawyers Club)

Menangis

Di acara itu Aa Gym juga sempat bergetar saat menceritakan tentang reuni akbar 212 yang dilakukan pada hari Minggu (2/12/2018).

Aa Gym menuturkan, Indonesia adalah rumah yang harus dijaga bersama meski terdapat perbedaan sudut pandang.

Kendati demikian, yang bisa mempersatukan masyarakat Indonesia yakni hati.

Aa Gym juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada panitia acara reuni akbar, aparat keamanan dan berbagai pihak yang terkait.

"Kita harus akui bahwa ini ada di era Pak Jokowi kejadian besar ini dengan kelebihan dan kekurangannya. Maka kita harus berterima kasih juga. Terutama juga terima kasih bagi yang hadir karena bisa jadi bahan pencerahan sebagai evaluasi," tutur Aa Gym dilansir dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club pada Rabu (5/12/2018).

"Jadi menurut saya, 212 ini aset bangsa, karunia Allah bagi siapapun dari kejadian ini," sambungnya.

Aa Gym mengatakan, dirinya tak hadir di Reuni Akbar 212 karena ada milad pesantren di Bandung sehingga dirinya objektif saat melihat peristiwa tersebut.

Banyaknya orang berbondong-bondong datang ke acara Reuni Akbar 212, lanjut Aa Gym, disebabkan karena ada sesuatu yang merasa harus diungkapkan tapi sulit dilontarkan.

Aa Gym pun memberikan contoh dari penjelasannya tersebut.

"Saya sebagai anak bangsa dan seorang yang beragama Islam, ada suatu kepedihan jika mendengar kata radikal. Seolah menghujam kepada kami walaupun tak dituduhkan langsung," ucap Aa Gym.

Tiap kali mendapatkan tuduhan sebagai pemecah belah bangsa, radikal dan semacamnya, Aa Gym mengucapkan sumpah jika dirinya tak rela Indonesia terpecah belah.

"Saya rela mati demi menjaga bangsa ini tetap penuh keberkahan di jalan Allah. Demi Allah, saya tak rela bangsa ini hancur. Oleh karena itu mungkin ada rasa ini, lalu kemana harus bicara? Karena ada peluang di acara tersebut maka kami bicara dengan perilaku," beber Aa Gym dengan suara bergetar.

"Kami bukan orang bengis dan kasar, maka senyuman pun dirasakan. Kami bukan orang-orang yang ingin merusak maka kasih sayang bertebaran. Saudara kita yang bukan beragama Islam bisa merasakan karena memang semua orang ingin menceritakan keindahan Islam," lanjutnya.

Aa Gym mengaku dirinya tak menduga jika banyak peserta Reuni Akbar 212 yang hadir.

"Bagaimana mungkin, ini bukan gerakkan tokoh. Mungkin ada yang bicara di mimbar tetapi sebagian besar tak pusing dengan ada atau tidaknya soundsystem, bisa hadir dan bawa makanan serta berbagi. Ini keberuntungan bagi siapapun, ternyata kita bisa berkumpul dan saling menyayangi, saling bahu membahu," kata Aa Gym.

Aa Gym pun memberikan contoh keuntungan bagi keluarga besar pemerintah saat ini dengan adanya acara Reuni Akbar 212 tersebut.

"Bagi keluarga besar yang sedang merintah sekarang, bisa jadi input. Ini ada sebagian saudaranya yang begini dan keperluannya apa sih? Oh mungkin ini inputnya dari 212 untuk kami," kata Aa Gym.

Aa Gym menyatakan, aparat keamanan yang menjaga Reuni Akbar 212 bisa melihat bukan peristiwa tersebut bukan sebuah musuh.

"Yang datang dan melihat pasti tersentuh," kata Aa Gym.

Lihat video: 

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Sebut Reuni Akbar 212 Sebagai Aset Bangsa, Aa Gym Usulkan Ahok Diundang Tahun Depan

Editor: Musahadah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved