Berita Surabaya

Hari Anti Korupsi Sedunia: Caleg PKS Sebut Parpol Punya Peran Penting Cegah Korupsi di Legislatif

Di peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, caleg DPRD Kota Surabaya dari Partai Keadilan Sejahtahtera Reni Astuti menyebut Parpol punya peran penting.

Hari Anti Korupsi Sedunia: Caleg PKS Sebut Parpol Punya Peran Penting Cegah Korupsi di Legislatif
SURYAOnline/fatimatuz zahro
Reni Astuti 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Banyaknya praktek korupsi di Indonesia khusus di kalangan legislatif menjadi sorotan banyak pihak.

Di peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang diperingati hari ini, Selasa (4/12/2018), calon legislatif DPRD Kota Surabaya dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Reni Astuti, mengatakan bahwa pencegahan korupsi dan pendidikan politik menjadi tonggak utama memerangi korupsi.

Hal itu, menurut Reni, perannya sangat besar dipegang oleh partai politik, terutama sejak awal mula perekrutan calon legslatif.

"Kalau kita bicara tentang pencegahan korupsi di jabatan politik khusunsya di kalangan legislatif, maka menurut saua, parpol sebagai penyusung caleg dan pemilik kader punya peran dan pengaruh besar dalam upaya pencegahan korupsi," kata Reni.

Pertama dalam rekrutmen calon legislatif, partai politik punya peran strategis untuk mewajibkan calon legislatifnya untuk mengikuti program yang dimiliki parpol dalam geraknya mengawal anti korupsi.

"Parpol juga bisa mewajibkan calegnya mengikuti pembekalan caleg yang juga dalam forum itu disampaikan aturan perundangan yang mengatur tentang hak, tugas, dan kewajiban seorang legislatif. Jika itu tersampaikan dan ada kesadaran dari personal politisi itu, maka korupsi saat menjabat di DPRD atau DPR RI tidak akan terjadi," kata Reni.

Tidak hanya itu, Reni yang merupakan caleg dari dapil 4 Kota Surabaya yang meliputi Gayungan, Jambangan, Sawahan Suko Manunggal, Wonokromo ini mengatakan saat menjabat sebagai anggota dewan, di pengangkatan ada yang namnya sumpah jabatan.

Di proses itu para anggota dewan bersumpah untuk setia pada Pancasila, Undang Undang, melakukan penegakan demokrasi, dan mementingkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Serta memperjuangkan aspirasi rakyat.

Dengan modal melaksanakan sumpah itu saja, dan kesadaran dari anggota legislatif menurut Reni tidak akan terjadi tindakan korupsi di kalangan legislatif.

"Dan yang juga menurup saya penting adalah perlunya edukasi ke pemilih tentang bhaya money politics. Ini harus terbangun juga agar menghilangkan budaya korupsi mulai dari potensinya yaitu money politik. Caleg jangan mengambil cara praktis untuk mendapatkan jabatan, karena jika cara mendapatkannya dengan curang, maka menjaga dan mepertahankan jabatannya juga akan pakai cara yang curang," kata wanita yang kini duduk di Komisi D DPRD Kota Surabaya ini.

Banyak cara curang yang kemungkinan digunakan. Mulai money politik, mencuri suara, atau dengan jual beli suara. Tindakan curang itu akan membuka ruang untuk tindakan korupsi.

"Lalu bagaimana caleg bisa kampanye yang sehat? Ya harud dengan interaksi, komunikasi yang intes dengan calon pemilih, itu juga yang saya lakukan. Dan saya selalu sampaikan saya siap saat sudah jadi legislatif, siap untuk dikontak, siap untuk didatangi, dan siap untuk memperjuangkan apa yang menjadinaspirasi rakyat," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved