Berita Surabaya

Wisuda di Universitas Airlangga Diselimuti Suasana Haru

Saat wisudawan bertemu dengan orang tua, mereka langsung memeluk sambil mengucap terima kasih telah mengantarkan penyelesaikan pendidikan

Wisuda di Universitas Airlangga Diselimuti Suasana Haru
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Suasana haru penuhi wisuda di Universitas Airlangga (Unair), Sabtu (1/12/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wisuda periode bulan Desember di Universitas Airlangga (Unair) diselimuti suasana haru. Setelah prosesi, para wisudawan diminta oleh Rektor Unair, Prof Moh Nasih mengambil rangkaian bunga yang berada di depan panggung kemudian menyerahkan kepada masing-masing orang tua yang hadir.

Saat wisudawan bertemu dengan orang tua, mereka langsung memeluk sambil mengucap terima kasih telah mengantarkan penyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana, magister, maupun doktoral.

Diiringi lagu Bunda yang dibawakan kelompok paduan suara, semakin menyelimuti suasana haru seisi gedung Airlangga Convention Center (ACC), Sabtu (1/12/2018).

Periode Desember ini, Unair mewisuda 1.084 orang. Mereka terdiri dari lulusan jenjang diploma (D3-D4) 156 orang, sarjana (S1) 681 orang, master (S2) 192 orang, dan doktor (S3) 25 orang. Ada 7 lulusan yang tercatat sebagai wisudawan terbaik, dan 10 lulusan tercatat sebagai wisudawan berprestasi.

Dalam sambutannya, Prof Nasih berpesan agar para lulusan menjaga moralitas di manapun tempatnya. Seperti motto Unair Excellence With Morality.

“Keahlian yang sudah kalian pelajari akan tidak optimal kalau tidak dilengkapi dengan value, nilai, moralitas. Imbangi, lengkapi, dan sempurnakan keahlian dengan moralitas yang tinggi,” urainya.

Nasih juga mengimbau kepada seluruh lulusan agar senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dalam mengaplikasikan ilmu ketika terjun di masyarakat.

“Kejujuran menjadi sangat penting. Ilmu pengetahuan dan teknologi tidak ada gunanya kalau kejujuran diabaikan,” pesannya.

Setelah wisuda, lanjut Nasih, lulusan punya predikat ulul albab atau orang yang memiliki kesadaran tinggi dan keilmuan yang tinggi. Cendekiawan salah satu ukurannya adalah penggunaan ilmu untuk kemaslahatan umat.

Selain itu, Nasih juga berpesan agar lulusan senantiasa menjaga nama almamater. “Sejak hari ini, semua adalah alumni Unair. Kami menitipkan jaga baik-baik nama almamater Unair,” pungkas Nasih

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved