Berita Blitar

Dindik Kota Blitar Gelar Penguatan Pendidikan Karakter Anak, Ini Tujuannya

Lewat kegiatan penguatan pendidikan karakter ini, Dindik berharap sistem pola asuh anak ketika di sekolah dan di rumah bisa saling terhubung

Dindik Kota Blitar Gelar Penguatan Pendidikan Karakter Anak, Ini Tujuannya
surya/samsul hadi
Para orangtua dan anaknya saat mengikuti kegiatan penguatan pendidikan karakter melalui sinergitas pola pengasuhan orangtua dan sekolah di aula Dinas Pendidikan Kota Blitar, Jumat (30/11/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar mengadakan kegiatan penguatan pendidikan karakter melalui sinergitas pola pengasuhan orangtua dan sekolah yang dikemas dalam gerakan pena. Lewat kegiatan penguatan pendidikan karakter ini, Dindik berharap sistem pola asuh anak ketika di sekolah dan di rumah bisa saling terhubung.

Kegiatan penguatan pendidikan karakter ini dilaksanakan selama lima hari mulai Senin (26/11/2018) sampai Jumat (30/11/2018). Kegiatan penguatan pendidikan karakter ini diikuti semua TK dan kelompok bermain di Kota Blitar.

Selain itu, Dindik Kota Blitar juga mengundang organisasi masyarakat dan mahasiswa untuk mengisi kegiatan penguatan pendidikan karakter itu.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dindik Kota Blitar, Herlina Triajuda, mengatakan saat ini pola pengasuhan anak di sekolah dan di rumah masih belum bersinergi.

Dia mencontohkan, ketika berada di sekolah, anak diajarkan membaca doa sebelum makan. Tetapi, banyak orangtua yang tidak menerapkan pola itu ketika anak berada di rumah.

"Malah, karena tidak mau repot, orangtua memilih langsung menyuapi anaknya. Ini contoh belum sinerginya pola pengasuhan anak di rumah dan di sekolah. Ada sistem pola asuh yang tidak menyambung antara di sekolah dan di rumah," katanya, Jumat (30/11/2018).

Lewat kegiatan ini, Dindik ingin memberikan pemahaman ke orangtua pentingnya menyinergikan pola pengasuhan anak di sekolah dan di rumah.

Pola pengasuhan yang bersinergi akan membentuk pribadi anak yang kuat dan berkarakter.

"Dalam kegiatan ini, kami juga meminta orangtua dan guru untuk menandatangani komitmen bersama tentang pola pengasuhan anak yang bersinergi," ujarnya.

Dia mengakui, sistem pola pengasuhan anak yang bersinergi tidak serta merta bisa langsung berhasil diterapkan.

Butuh kesadaran orang tua untuk menjalankan sistem itu. Saat berada di rumah, orangtua harus meluangkan waktunya untuk memperhatikan anaknya.

Dindik juga akan mengevaluasi penerapan sistem itu secara bertahap.

Secara berkala, para orangtua juga harus melaporkan perkembangan pola pengasuhan anak di rumah ke lembaga.

"Kami akan terus mengevaluasi kegiatan ini. Ke depan, kami akan membuatkan grup WhatsApp antara orangtua dan lembaga. Orangtua bisa melaporkan perkembangan pola asuh anak di rumah lewat grup WhatsApp," pungkasnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved