Breaking News:

Pemilu 2019

Presiden Soeharto Disebut Guru Korupsi Indonesia, Sekjen Partai Berkarya : Itu Fitnah Keji dan Hoaks

Tudingan politisi PDIP, Ahmad Basarah yang menyebut Presiden Soeharto guru korupsi Indonesia dianggap fitnah keji oleh fungsionaris Partai Berkarya.

antara
Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kanan). 

Presiden Soeharto Disebut Guru Korupsi Indonesia, Sekjen Partai Berkarya : Itu Fitnah Keji dan Hoaks.

SURYA.co.id | JAKARTA - Tudingan politisi PDIP, Ahmad Basarah yang menyebut Presiden Soeharto guru korupsi Indonesia dianggap fitnah keji oleh fungsionaris Partai Berkarya.

"Tuduhan guru korupsi merupkan fitnah yang keji. Pak Harto hidupnya sederhana dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat," ujar Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso menyatakan, Kamis, (29/11/2018).

Priyo Budi Santoso mengungkapna, Presiden Soeharto telah berjasa membangun Indonesia selama masa pemerintahannya.

Oleh karena itu, hingga kini Presiden Soeharto mendapat julukan bapak pembangunan Indonesia.

Ahmad Basarah Sebut Soeharto Guru Korupsi Indonesia, Partai Berkarya : Zaman Orba Jarang Ada Korupsi

Partai Berkarya Akan Laporkan Ahmad Basarah Gara-gara Sebut Presiden Soeharto Guru Korupsi Indonesia

"Sampai hari ini tidak ada bukti Pak Harto korupsi dan beliau sama sekali tidak pernah menjalani hukuman sebagai koruptor. Beliau wafat dalam keadaan husnul khotimah. Kenapa tega menuduh sebagai guru korupsi? Itu fitnah yang kejam dan hoaks," kata Priyo Budi Santoso.

Mantan Ketua DPR tersebut mengatakan bahwa justru epicentrum korupsi kini berada di partai penguasa.

Banyak kepala daerah dari partai penguasa yang terjaring OTT KPK.

"Seperti menepuk air di dulang, bukannya epicentrum korupsi sekarang berada di partai-partai penguasa? Siapa yang juara korupsi? Berapa banyak pejabat-pejabat PDIP yang di OTT KPK?" pungkasnya.

Sebelumnya, Ahmad Basarah merespon pernyataan Prabowo bahwa Korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium 4.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved