Berita Lamongan

Tak Ada Titik Temu Terkait Limbah, Warga 7 Desa di Lamongan Ancam Demo PT BMI Lagi

Pertemuan perwakilan pendemo dari tujuh desa di Lamongan dengan pihak PT Bumi Menara Internusa (BMI), pabrik pengolahan udang, tidak ada titik temu

Tak Ada Titik Temu Terkait Limbah, Warga 7 Desa di Lamongan Ancam Demo PT BMI Lagi
surya/hanif manshuri
Sebagian warga dari tujuh desa (Desa Nginjen, Srirande, Pondok, Pancur, Ploso buden, Sidobinangun dan Rejosari) yang merangsek melihat dari dekat limbah pabrik PT BMI yang dibendung dengan tanggul di dalam lokasi perusahaan, Selasa (27/11/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Pertemuan perwakilan pendemo dari tujuh desa (Desa Nginjen, Srirande, Pondok, Pancur, Ploso buden, Sidobinangun dan Rejosari) di Lamongan dengan pihak PT Bumi Menara Internusa (BMI), pabrik pengolahan udang, tidak ada titik temu.

Tuntutan warga agar persoalan limbah yang mengeluarkan bau busuk dan menyengat untuk segera diatasi dalam waktu cepat oleh pihak perusahaan belum bisa dikabulkan.

Mediasi antara 15 orang perwakilan warga dengan perwakilan PT BMI berakhir deadlock. Perwakilan warga terpaksa keluar karena pertemuan yang hampir satu jam itu tidak ada kesepakatan.

Warga minta perusahaan tidak beroperasi selama sebulan untuk mengatasi masalah limbah.

"Karena pihak perusahaan tidak mengabulkan tuntutan kami, maka kami akan melakukan demo dengan massa yang lebih besar lagi," seru Bambang, salah satu perwakilan warga.

BREAKING NEWS -Ratusan Warga 6 Desa di Lamongan Demo Perusahaan Pemicu Limbah Menyengat

Bambang menyebut akan menggelar demo lagi dengan tujuan ke Kantor Bupati Lamongan. Menurutnya, karena Pemkab Lamongan turut bertanggungjawab karena memberikan izin berdirinya perusahaan itu.

Pihak manajemen PT BMI yang diwakili Andreas, kepada perwakilan warga meminta maaf dan memastikan pihaknya sudah berupaya dalam pengelolaan limbah dan berdiskusi dengan Dinas lingkungan Hidup.

"Saat ini limbah tetap kami tampung dalam pabrik sehingga kami memerlukan cenikel yang tidak merusak lingkungan supaya bau limbah dapat teratasi," kata Andreas.

Diakui, bau limbah ini karena adanya kesalahan kerjasama dengan pihak pengelola limbah sehingga tidak bisa mengatasi pengelolahan limbah.

Di depan perwakilan, Andreas mengungkapkan, sejatinya pihak perusahaan telah serius menangani limbah ini.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved