Pemilu 2019

Hasto Kristiyanto Sarankan Kader Tinggalkan Kampanye Massal, Ini Kata Pengamat Politik

Kader PDIP diminta untuk fokus dalam model kampanye 'jemput bola' atau door to door.

Hasto Kristiyanto Sarankan Kader Tinggalkan Kampanye Massal, Ini Kata Pengamat Politik
surabaya.tribunnews.com/hanif manshuri
Hasto Kristianto, Sekjen PDIP saat meresmikan Kantor PDIP Lamongan, jalan Kusuma Bangsa, Minggu (18/11/2018) 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto kembali mengingatkan kepada para kader PDIP untuk fokus dalam model kampanye 'jemput bola' atau door to door.

Ia meminta kader meninggalkan kampanye dalam bentuk pengerahan dan pengumpulan massa dalam jumlah besar yang dinilai tidak lagi efektif.

Hal tersebut diungkapkan Hasto saat konsolidasi di Kabupaten Bandung Barat, bersama Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Sabtu (24/11/2018).

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menilai strategi kampanye yang diterapkan PDIP tersebut sangat aktual di tengah era politik modern saat ini.

"Harus diakui gaya menembak ke darat (door to door) yaitu silaturohim itu paling efektif dibandingkan menembak ke udara (pengumpulan massa) yang memakan biaya tinggi dan efektivitasnya yang mulai berkurang," kata Surokim, Selasa (27/11/2018).

Menurut Surokim, saat ini pemilih semakin independen dan tidak asal ikut-ikutan yang lain seperti pola pemilih jaman dulu.

"Kalau sekarang karena mendapatkan informasi yang banyak dari berbagai sumber pemilih itu semakin punya banyak referensi memilih. Itu mengapa banyak yang menjadi pemilih independen dan sulit didekati dengan tembakan udara," lanjutnya.

Surokim mengibaratkan saking independennya, dalam satu hari, pemilih bisa berganti kaus partai sampai lima kali.

Namun begitu, model kampanye face to face ini kata Surokim memang membutuhkan energi yang lebih besar dibandingkan kampanye massal.

"Tapi akan lebih efektif dengan face-to-face atau bertemu langsung dan tidak ada yang bisa menyaingi strategi face to face ini sekarang," ucapnya. (sofyan arif candra/tribun jatim)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved