Madura United

Gagal Menang di Empat Laga Terakhir, Pelatih Madura United Gomes Akui Kendalanya di Sektor ini

Madura United kembali gagal menangan di laga kandang setelah ditahan imbang 2-2 PSIS Semarang di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (26/11/2018).

Gagal Menang di Empat Laga Terakhir, Pelatih Madura United Gomes Akui Kendalanya di Sektor ini
foto: madura united
Striker Madura United Greg Nwokolo menguasai bola dikepung sejumlah pemain PSIS Semarang dalam laga uji coba di Pamekasan. 

SURYA.co.id I SURABAYA – Madura United kembali gagal meraih kemenangan di laga kandang setelah ditahan imbang 2-2 PSIS Semarang di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (26/11/2018).

Kegagalan ini menjadi hasil negatif kedua laga kandang, sekaligus menjadi laga keempat Madura United tanpa kemenangan.

Sebelumnya menghadapi PSM Medan dan PSIS Semrang, Laskar Sape Kerrap menelan kekalahan, menjamu Bali United dan Bhayangkara FC juga mengalami nasib sama.

Gagal meraih kemenangan di empat laga terakhir, pelatih Madura United Gomes de Oliviera mengaku  hasil itu tidak lepas dari kurang maksimalnya pemain depan dalam mencetak gol.

Mamamadou Samassa yang menjadi ujung tombak tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut masih belum bisa memberikan peforma terbaik. Belum lagi, pemain 32 tahun tersebut masih rentan terhadap cedera.

Akibat cedera, dari empat laga terakhir, Samassa hanya bisa tampil di dua laga, dua laga sisanya absen karena cedera.

Masalah lain, dari empat laga terakhir, pencetak gol lahir tidak dari pemain depan, melainkan gelandang bahkan bek.

Bahkan, top skor dari Madura United lahir dari bek asingnya, Fabiano Beltrame dengan sembilan gol, sementara Mamadou Samassa masih mengoleksi enam gol, begitu juga dengan Greg Nwokolo dengan empat gol, serta Zah Rahan Kranger dengan enam gol.

Padahal, Gomes menilai, setiap pertandingan selalu kuasai pertandingan, namun pemainnya selalu gagal manfaatkan peluag yang didapat.

“Tiap pertandingan kuassai segalanya, tapi masih belum bisa manfaatkan peluang. Pemain depan, Samassa tidak bisa tampil dan mencetak gol setiap pertandingan, karena cedera, harus istirahtakan lagi, banyak kejaidan dalam perjalanan kompetisi ini, pemain depan tidak bisa mencetak gol lebih baik,” terang Gomes.

Sementara tentang gagalnya di laga terakhir kala jamau PSIS Semarang, Gomes juga menyebut karena absennya dua pemain andalannya karena akumulasi kartu, yaitu Zah Rahan Krangar dan Guntur Ariyadi.

“Ia, absennya mereka (Zah Rahan, Guntur, red) sangat berpengaruh, Zah Rahan pemain kunci kita, Guntur, breaker bagus sekali, tentunya sangat pengaruh,” tutur Gomes.

Dengan hasil kurang apik di empat laga terakhir, Madura United harus tergusur ke posisi delapan dengan koleksi 45 poin.

Menyisakan dua laga, tandang ke markas Perseru Serui di pekan ke-33, dan menjalani laga penutup kompetisi Liga 1 2018, yaitu pekan ke-34 menjamu Persela Lamongan.

 

 

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved