Breaking News:

Berita Jember

Ribuan GTT Jember Tuntut 13 Hal ke Bupati, Begini Jawaban Faida

Gaji ratusan ribu itu pun, lanjut Zamil, dibayar secara rapelan rata-rata tiga bulan sekali, bukan setiap bulan.

surya/sri wahyunik
Ribuan guru tidak tetap (GTT) menggelar demonstrasi di depan Kantor Pemkab Jember, Senin (26/11/2018). 

Mereka yang awalnya menjadi GTT di sekolah dekat tempat tinggal mereka, ada yang ditempatkan ke sekolah yang jaraknya jauh dari tempat tinggal.

Para GTT ini ada yang ditempatkan di sekolah yang jaraknya antara 20 - 70 kilometer dari rumah tempat tinggal mereka.

Zamil menyebut sejulah GTT mengalami kecelakaan saat berangkat ke tempat kerja atau pulang dari sekolahnya ke tempat tinggal yang jauh.

Dari ribuan GTT di Jember, tidak semuanya mengantongi SP. Ada sekitar 1.200 orang GTT yang belum memiliki SP.

Mereka yang belum mengantongi SP sama dengan tidak bisa mendapatkan bayaran.

Saat aksi, beberapa GTT terlihat meneteskan air mata. Beberapa guru perempuan terlihat menyeka mata mereka dengan ujung jilbab.

Mata mereka juga terlihat merah, dan ada air menggenang di pelupuk mata mereka.

Di tengah aksi, perwakilan GTT diterima Bupati Jember Faida dan Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief di Pendapa Wahyawibawagraha Jember. Kepada bupati, perwakilan GTT menyampaikan aspirasi mereka.

Bupati Faida menjawab pertanyaan dan tuntutan para guru itu.

"Untuk SP digantikan dengan SK itu tidak bisa karena menunggu keputusan pemerintah pusat. Sedangkan untuk mereka yang belum mendapatkan SP, sedang kami data. SP itu hanya boleh dikeluarkan jika ada formasi, untuk GTT lulusan S-1 yang linier dan dibayarkan (gajinya) oleh BOS. Dan itu tentunya tidak bisa semua, karena memang sedang kami data. Kami meliaht formasi yang dibutuhkan dan mana sekolah yang kosong," kata Faida.

Halaman
123
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved