Single Focus

Box Culvert Tak Mampu Atasi Meluapnya Air di Ketintang

setiap hujan deras, area jalan sepanjang kawasan Ketintang, Surabaya, menjadi langganan banjir. Proyek box culvert belum berhasil.

Box Culvert Tak Mampu Atasi Meluapnya Air di Ketintang
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketintang merupakan salah satu diantara sekian banyak kawasan di Kota Pahlawan yang kerap menjadi langganan banjir saat hujan dengan intensitas tinggi menerjang.

Apalagi saluran pembuangan di kawasan ini belum semua tertutup box culvert.

Tri Yoka (29), warga Karah, Ketintang mengungkapkan, setiap hujan deras, area jalan sepanjang kawasan Universitas Surabaya, Telkom hingga belakang Royal Plaza, selalu tergenang atau banjir.

"Jalannya area situ cekung, lajur gotnya kurang bagus dan volume kurang besar. Jadi, airnya pasti meluber ke jalanan semua," ungkap pegawai swasta ini.

Tak jarang, banjir di kawasan jalan ini mengakibatkan pengendara motor yang nekat melewati ruas Jalan Ketintang, terpaksa mendorong kendaraannya karena mogok.

Sementara, kendaraan yang melintasi jalur utama Jl A Yani serta frontage sisi barat --tepatnya di depan kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, macet total. "Kalau banjir otomatis, macet total. Sebagian jalan juga tidak ada gotnya," urai Tri Yoka.

Setiap Malam Bergetar, Warga Sememi Berharap Proyek Box Culvert Segera Tuntas

Banjirnya kawasan Ketintang ini, menurutnya, sudah menjadi langganan tiap tahun. Tetapi tidak ada langkah signifikan dari Pemkot untuk menanganinya. Bahkan, pemasangan box culvert di depan area Telkom, terakhir dilakukan dua tahun lalu. Itupun tidak mengurangi meluapnya air di kawasan itu.

"Kalau bisa volume gorong-gorong di sepanjang jalan makam sampai arah rel kereta belakang Royal Plaza diperbaiki dan disesuaikan," imbaunya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved