Pesawat Lion Air Jatuh

Pasca-jatuh di Perairan Karawang, Begini Nasib Ratusan Pesawat Boeing yang Dipesan Lion Air

Pasca jatuh di Perairan Karawang, begini nasib Pesawat Boeing yang telah dipesan Lion Air

Pasca-jatuh di Perairan Karawang, Begini Nasib Ratusan Pesawat Boeing yang Dipesan Lion Air
Facebook Lion Grup
Tradisi water salute menyambut kedatangan pesawat baru B737 MAX 8 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (4/7/2017) 

SURYA.co.id - Hingga tahun 2035, PT Lion Mentari Airlines ( Lion Air) telah memesan 218 pesawat pabrikan Boeing yang akan dikirimkan dari Seattle Amerika Serikat.

Terhitung sudah 11 pesawat jenis Boeing 737-MAX yang sudah masuk ke Indonesia, termasuk satu pesawat yang jatuh pada 29 Oktober lalu di perairan Tanjung Karawang.

Direktur Eksekutif Lion Air Daniel Putut Kuncoro mengatakan, nasib ratusan pesawat lain saat ini masih dikaji ulang.

Pihaknya masih akan memastikan kembali masalah apa yang menyebabkan kecelakaan tersebut dari sisi pabrikan.

Akhir bulan ini menurut dia, pihaknya akan terbang ke Seattle, Amerika Serikat untuk membahas hal ini bersama dengan Boeing.

"Kami akan berangkat ke Boeing. Kami harus ketemu dengan mereka dulu masalahnya apa. Kami harus pastikan. Kami akan diskusikan dengan manajemen Boeing," ujar Daniel ketika ditemui awak media di Gedung DPR selepas rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (22/11/2018).

Hingga saat ini, rencana kedatangan pesawat masih sesuai dengan jadwal.

Namun, ada berbagai pertimbangan yang memungkinkan pengiriman pesawat dijadwalkan ulang.
"Semua masih on schedule, tapi kami akan diskusi dulu. Apakah memang perlu di-reschedule atau bagaimana," sebut dia. Pihaknya juga ingin memastikan kepada produsen pesawat mengenai keselamatan penerbangan dengan produk pesawat yang sama di masa yang akan datang. "Saya perlu jaminan pabrikan pesawat kejadian ini nggak akan terulang kembali," ujar Daniel. (Mutia Fauzia)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Bagaimana Nasib Ratusan Pesawat Boeing Pesanan Lion Air?

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved