Berita Kediri

Limbahnya Diprotes Warga, PT Mahatex Janji Benahi Ipal

PT Mahatex berjanji bakal membenahi instalasi pengolah air limbah (Ipal) yang bocor dan mencemari lingkungan di Badas, Kediri.

Limbahnya Diprotes Warga, PT Mahatex Janji Benahi Ipal
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Perwakilan warga Desa Badas sebelum berdialog dengan manajemen PT Mahatex memprotes pencemaran lingkungan, Jumat (23/11/2018). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Setelah diprotes warga, PT Mahatex berjanji bakal membenahi instalasi pengolah air limbah (Ipal) yang bocor dan mencemari lingkungan. Namun pembenahan Ipal akan dilakukan mulai 5 Desember 2018.

"Saat pembenahan Ipal, pekerjanya akan diliburkan. Pembenahan juga termasuk masalah asap, debu dan suara bising mesin," ungkap Khudori, perwakilan warga usai bertemu pihak manajemen PT Mahatex, Jumat (23/11/2018).

Pada pertemuan dengan perwakilan warga, pihak manajemen PT Mahatex diwakili Indah Wahyu dari Bagian HRD.

Sementara terkait dengan hasil uji laboratorium air limbah PT Mahatex informasinya sudah turun. Namun pihak warga masih belum menerima salinan hasilnya.

Menyusul kebocoran tandon limbah PT Mahatex, warga Desa/Kecamatan Badas yang tergabung dalam Komunitas Gerakan Sikat Pengotor Lingkungan (Gaspol) telah meminta pihak manajemen untuk menghentikan aktivitas produksi karena limbahnya membahayakan dan mencemari lingkungan.

Baca: Kakek Sukimin di Magetan Ditemukan Bersimbah Darah Tak Bernyawa Karena Dibunuh Cucu Sendiri

Baca: Warga Badas Kediri Kelurhkan Kebocoran Limbah PT Mahatex Indonesia

Baca: VIDEO Mobil Bergoyang Berisi Mahasiswi dan Pria Beristri, Si Cewek Sudah Lepas Pakaian

Masalahnya, tandon penampung limbah mengalami kebocoran dan air limbah meluber masuk selokan air.

Selain itu dampak dari asap perusahaan sangat mengganggu lingkungan, bau menyengat serta debu yang berterbangan.

Suara aktivitas mesin pabrik juga mengakibatkan suara bising yang sangat mengganggu kenyamanan warga.

"Pihak pabrik juga perlu mempertimbangkan," ungkapnya.

Khudori juga menegaskan, Komunitas Gaspol tidak menuntut perusahaan ditutup, namun mengingatkan keteledoran perusahaan soal masalah limbah apakah disengaja atau tidak.

Khudori kemudian menyitir Undang-undang No 32/2009 dan UU No 74/2001 bab I pasal 4 yang berbunyi "Setiap orang yang melakukan kegiatan pengelolaan B3 wajib mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup".

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved