Berita Magetan

Kakek Sukimin di Magetan Ditemukan Bersimbah Darah Tak Bernyawa Karena Dibunuh Cucu Sendiri

Sukimin, seorang kakek 81 tahun di Magetan ditemukan bersimbah darah tak bernyawa di semak-semak belakang rumah. Ternyata dia dibunuh cucu sendiri.

surabaya.tribunnews.com/doni prasetyo
Polisi mengevakuasi mayat kakek Sukimin yang tewas dibunuh cucu sendiri. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Sukimin, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, ditemukan sudah tak bernyawa di semak-semak belakang rumahnya, Jumat (23/11/2018).

Kakek 81 tahun ini ditemukan dalam kondisi lehernya tergorok. 

Belakangan terungkap, pelakunya adalah cucunya sendiri, Sugiyanto. 

Dia nekat menghabisi nyawa sang kakek karena cemburu, merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan saudara-saudaranya yang lain. 

Namun itu baru pengakuan sementara pelaku. Polisi masih akan terus melakukan penyidikan mendalam untuk mengetahui apa motif sebenarnya dari kejahatan tersebut. 

Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Rifai mengatakan, sebelum dibunuh, Kamis (22/11/2018) malam, kakek Sukimin yang sedang tertidur pulas tiba-tiba dibekap oleh Sugianto yang diam-diam menyusup ke rumah kakek Sukimin melalui jendela. 

Sambil terus dibekap agar tak berteriak, kakek Sukimin yang meronta-ronta diseret ke halaman belakang rumah. 

Baca: POM Lantamal V di Surabaya Menangkap Perwira Gadungan yang Kemana-mana Pakai Baju Dinas TNI AL

Baca: VIDEO Mobil Bergoyang Berisi Mahasiswi dan Pria Beristri, Si Cewek Sudah Lepas Pakaian

Di belakang rumah, Sugianto menjatuhkan tubuh kakek Sukimin sambil terus membekapnya agar tak berteriak.

Setelah pria tua tersebut terkunci, Sugiyanto mengeluarkan pisau lipat dari balik bajunya dan menusukkannya beberapa kali ke tubuh kakek.  Seketika, Sukimin tak bernyawa. 

"Korban ditusuk beberapa kali hingga mengalami pendarahan hebat. Darah korban sempat mengotori pakaian dan sandal tersangka," kata AKBP Muhammad Rifai kepada surabaya.tribunnews.com

Setelah memastikan kakeknya tak bernyawa, Sugiyanto menyeret tubuh kakeknya tersebut ke semak-semak dan menutupinya dengan dedaunan. 

Setelah menuntaskan rangkaian kejahatan itu, barulah Sugiyanto pulang ke rumahnya sendiri, mandi, dan mencuci pakaian yang terkena darah korban. Hal itu dia lakukan untuk menghilangkan kecurigaan.

Meski demikian, polisi yang melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) tak kalah cermat. Berdasarkan petunjuk-petunjuk yang diperoleh, mereka mengetahui bahwa pelakunya adalah Sugiyanto.

Pria itu pun ditangkap dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan polisi di dekat mayat sang kakek.

"Penyidikan masih terus kami lakukan. Saat ini tersangka kami jerat pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP, tentang dugaan tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain dengan direncanakan terlebih dahulu,"pungkasnya. 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved