Caleg PSI Angkat Suara Soal Kasus Baiq Nuril yang Divonis Bersalah Melanggar UU ITE. Ini Katanya

Caleg DPR RI dari PSI, Astutik Ningrum menanggapi vonis bersalah untuk Baiq Nuril. Ini katanya..

Caleg PSI Angkat Suara Soal Kasus Baiq Nuril yang Divonis Bersalah Melanggar UU ITE. Ini Katanya
kompas.com/fitri
Baiq Nuril Maknun 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Astutik Ningrum menanggapi kasus yang menimpa Baiq Nuril, mantan pegawai honorer SMA 7 Mataram yang divonis bersalah karena melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pasal 27 ayat (1) juncto pasal 45 ayat (1) UU 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Saya tentu sangat menyesalkan terjadinya preseden Hukum atas Nuril yg harus jadi tersangka pencemaran nama baik berdasarkan UU ITE. Padahal yang bersangkutan ini kan korban pelecehan seksual yang belum sempat diungkap tapi terpancing masuk ke ranah UU ITE karena ketidaktahuan," kata Astutik yang maju menjadi Caleg DPR RI dari Dapil I Surabaya-Sidoarjo ini, Jumat (23/11/2018).

Nuril pun mempertanyakan sikap aparatur hukum yang mengabaikan fakta-fakta bahwa Baiq Nuril adalah korban kekerasan seksual.

"Lagipula fakta pengadilan juga jelas bahwa Baiq Nuril bukan penyebar rekaman bermuatan asusila. Bukan penyebarnya yang dijerat malah korbannya. Saya berharap hukum betul-betul menegakkan keadilan bukan sekedar formalitas semata," ucapnya.

Baca: Baiq Nuril Divonis Bersalah Melanggar UU ITE, Politisi PDIP Agatha Retnosari Dukung Ajukan PK

Baca: Kakek Sukimin di Magetan Ditemukan Bersimbah Darah Tak Bernyawa Karena Dibunuh Cucu Sendiri

Ningrum pun mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati menggunakan gadget terutama interaksi di media sosial.

Karena mayoritas data di LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), mengatakan sebagian besar masyarakat yang menjadi tersangka UU informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) adalah masyarakat awam.

"Hal ini memberi fakta riil bahwa masyarakat awam sangat riskan tidak terproteksi oleh ketidaktahuan. Sementara yang paham justru memanfaatkan untuk berlindung dari pemahamannya terhadap UU ITE," lanjutnya.

Untuk itu, Ningrum menilai sudah saatnya sosialisasi hukum terhadap masyarakat awam terus digencarkan agar mereka tidak menjadi korban akibat ketidaktahuan menggunakan informasi dan transaksi Teknologi.

"Apalagi bagi saya yang perlu menjadi perhatian penting saat ini, hukum selalu tumpul ke atas dan tajam kebawah. Hukum kehilangah ruh keadilan dan diskriminanif terhadap perempuan," ucapnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved