Breaking News:

Berita Surabaya

Tangan Putus Karena Kecelakaan Kerja Akan Diganti Tangan Robot Oleh BPJS Ketenagakerjaan dan RSAL

BPJS Ketenagakerjaan meng-cover biaya pembuatan tangan robot di RSAL dr Ramelan untuk peserta yang mengalami kecelakaan kerja hingga tangan putus.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
(dok) Serka Marinir Siswadi anggota TNI Angkatan Laut mencoba tangan bionic hasil kerja sama selama satu tahun dengan Universitas Diponegoro saat serah terima di RSAL Dr. Ramelan Surabaya, Kamis (30/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - BPJS Ketenagakerjaan akan meng-cover biaya pembuatan tangan palsu atau tangan robot di RSAL dr Ramelan untuk peserta yang mengalami kecelakaan kerja sehingga kehilangan tangannya. 

Biaya nol rupiah untuk pemasangan tangan palsu itu berlaku resmi setelah pihak BPJS Ketenagakerjaan menandatangani kerja sama dengan RSAL dr Ramelan Surabaya, satu-satunya Rumah sakit yang sukses membuat dan mengembangkan tangan robot.

"Tentu mereka yang berhak mendapat layanan gratis pembuatan tangan gratis itu adalah mereka yang sudah masuk anggota BPJS Ketenagakerjaan. Hanya ini syaratnya," kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Rungkut, Oki Widya Gandha usai MoU dengan RSAL, Kamis (22/11/2018).

Oki menegaskan, pembuatan tangan palsu itu hanya berlaku untuk peserta yang kehilangan tangannya karena kecelakaan kerja, bukan karena penyebab lain.  

Kepala RSAL dr Ramelan Surabaya, Laksamana Pertama TNI dr Nalendra Djaya Iswara SpB SpBTKV, mengatakan, tangan palsu yang mereka buat sudah terbukti berhasil. Mereka sudah pernah mencoba membuatnya untuk Serma Siswadi, anggota TNI AL yang kehilangan tangannya karena ledakan granat. 

"Ini kerjasama yang hebat karena bisa menjadikan pasien bisa bekerja kembali. Anggota TNI AL membuktikan pakai hand bionic sudah beraktivitas kembali. Anggota ini kena granat meledak dan tangan diamputasi," katanya.

Selain prajurit TNI AL Serma Siswadi, dua pasien asal Kalimantan juga sudah sukses dipasangkan tangan robot dari RSAL. Bahkan Kemenristek juga sudah pesan dua buah tangan robot tersebut.

Tangan robot ini bekerja mengikuti reflek dan kehendak otak. Ada semacam sensor yang dipasang di antara tangan itu sehingga tangan dan jari tangan palsu itu bisa bergerak sesuai keinginan otak. Sensor ini berbasis gerak lengan.

Saat ini, RSAL dijadikan sentra pengembangan dan produksi hand bionic. Terakhir, RS ini bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk pengembangan dan produksi masal.

Sebelum dengan Undip, RSAL menggantungkan hand bionic itu dari luar negeri. Namun untuk produk tangan palsu dari luar negeri itu harganya sangat mahal. Satu buah tangan palsu ini sekitar Rp 500 juta.

Namun setelah mempelajari sistem kerja hand bionic dan kerja sama dengan kampus di Semarang itu, harga tangan palsu itu bisa ditekan sebesar Rp 100 juta. "Fungsinya sama, bisa menggantikan posisi tangan yang terputus," kata Letkol Laut (K) dr Adi Suriyanto SpOT.

Pemasangan tangan palsu itu tidak memakan waktu lama. Setiap Pasien dari mana pun asal peserta BPJS Ketenagakerjaan gratis. Saat ini baru RSAL sebagai pusat hand bionic yang melayani pembuatan tangan palsu

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved