Berita Surabaya

Pastikan Setiap Pimpinan Pahami SNI, Ubaya Raih SNI Award Kelima

Universitas Surabaya (Ubaya) kembali meraih Standar Nasional Indonesia (SNI) Award di tahun ini untuk kategori Organisasi Pendidikan.

Pastikan Setiap Pimpinan Pahami SNI, Ubaya Raih SNI Award Kelima
Surabaya.Tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Rektor Ubaya menunjukkan lima SNI award yang diterima kampusnya, Kamis (22/11/2018). 

Laporan Wartawan Surya, Sulvi Sofiana

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Surabaya (Ubaya) kembali meraih Standar Nasional Indonesia (SNI) Award di tahun ini untuk kategori Organisasi Pendidikan.

Perolehan penghargaan tertinggi dari pemerintah Republik Indonesia kepada organisasi yang dinilai telah menjalankan sistem manajemen operasional yang baik dan telah menerapkan SNI secara konsisten ini merupakan kelima kalinya bagi Ubaya.

Rektor Ubaya, Prof Joniarto Parung menjelaskan untuk mempertahankan award emas ini, Ubaya menekankan setiap pimpinan fakultas maupun jurusan harus memahami standar dan program yang sedang dijalankan kampusnya.

"Jadi atasan nggak harus asal suruh dan asal lihat saja tanpa tahu programnya seperti apa. Komitmen kami pimpinan juga harus paham betul, jadi nggak ada istilah nanti anggota saja yang kerja,"urainya di sela syukuran diraihnya award SNI kelima ini, Kamis (22/11/2018).

Selain itu penerapan SNI menurut Prof Joni award ini menunjukkan Ubaya sudah memenuhi standar dalam proses menghasilkan lulusan, produk dan layanan. Bahkan melebihi yang dibutuhkan oleh institusi pendidikan menurut SNI.

"Award ini dinilai oleh gabubgan ahli, mulai dari industri,akademisi,pemerintah, pakar dan penganat kualitas selama tiga hari di kampus. Itu mulai dari dosen,pegawai sampai mahasiswa dikroscek,"urainya.

Dengan award ini, menurutnya Ubaya telah melaksanakan tridharma dan pengembangan SDM. Serta memberi peluang peningkatan inovasi dan kualitas mereka dengan anggaran yang di khususkan.

"Bagi ubaya penerapan SNI sudah menjadi kebiasaan, harapannya bisa terus terpacu untuk mempertahankannya. Itu yang kami dorong untuk memikirkan cara inovatifnya,"urainya.

Dengan terstandarnya Ubaya, maka Ubaya bisa semakin melangkah menuju perubahan industri 4.0 yang menuntut banyaknya sistem online.

"Makanya kami terus mengembangkan dosen. Milai dari peningkatan jumlah dosen yang sedang sekolah S3 hingga 50 dosen dan mengikuti kursus pengembangan diri untuk non dosen. Seperti pengolahan data, penulisan ilmiah dan pengolahan jurnal," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved