Berita Surabaya

Sempat Menolak, Kini Warga Mendesak Pemkot Surabaya Segera Bayar Pembebasan Lahan untuk JLLB

Sempat menolak dengan lahannya dibebaskan untuk JLLB, warga Sememi Surabaya kini mendesak Pemkot Surabaya segera membayar biaya pembebasan lahan.

Sempat Menolak, Kini Warga Mendesak Pemkot Surabaya Segera Bayar Pembebasan Lahan untuk JLLB
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Warga Sememi yang terdampak proyek pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) mendesak Pemerintah Kota agar segera melakukan pembayaran pembebasan lahan milik warga yang sudah dilakukan perhitungan dan appreisal. Warga tersebut mendatangi Komisi C DPRD Kota Surabaya, Rabu (21/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga Sememi yang terdampak proyek pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) mendesak Pemerintah Kota Surabaya agar segera melakukan membayar uang pembebasan lahan milik warga yang sudah dilakukan perhitungan dan appraisal.

Warga tersebut mendatangi Komisi C DPRD Kota Surabaya, Rabu (21/11/2018), untuk hearing dengan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan.

Pasalnya, warga memang sempat ada yang menolak pembebasan lahan, namun saat ini warga sudah klir mau untuk dibebaskan lahannya untuk pembangunan JLLB.

Salah satu warga yang mendesak Pemkot itu adalah Kasiati. Dia mengatakan persilnya seluas 68 meter persegi dan sudah diukur sejak awal tahun 2018.

"Sampai saat ini belum ada pembebasan. Kami menunggu, sempat ada kabar sudah dianggarkan, lalu ternyata dialihkan, kami kecewa," kata Kasiati.

Dengan luasan persilnya itu, Kasiati mengatakan bahwa mendapatkan pembebasan persil dari Pemkot senilai Rp 543 juta. Menurutnya pembebasan itu cukup besar nilainya dibandingkan hanya menjual secara biasa.

Baca: Tukang Gigi di Sampang Ditembak Pelanggan Hingga Peluru Menembus Dada. Apa Sebabnya?

Baca: Pedangdut Sisca Dewi Bangun Masjid Megah di Madiun Bernama Al-Scadew

Baca: Pria Tuban Meminta Ganti Jenis Kelamin ke PN Surabaya. Ini Alasannya

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RW 1 Sememi Jaya, Mahfud Salis.

Ia mengatakan memang awalnya ada warga yang tidak sepakat untuk dibebaskan persilnya oleh Pemkot.

"Karena ada warga yang tidak paham aturan. Namun setelah Pemkot menjelaskan, banyak tokoh yang memberikan pencerahan akhirnya alhamdulillah warga mau menerima. Maka dari itu, kami berharap jika untuk warga yang sudah sepakat agar segera dicairkan," kata Mahfud.

Selain warga yang sudah setuju, di trase JLLB khususnya di Sememi, masih ada lima persil yang belum diukur.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved