Breaking News:

Berita Lamongan

Keluarga ER, Pelaku Penyerangan Polisi di Pos Lantas Paciran Lamongan, Dikenal Tertutup

Keluarga ER, pelaku penyerangan polisi di Pos Lantas Paciran Lamongan, dikenal tertutup oleh tetangganya.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
surya/hanif manshuri
Rumah kontrakan terduga ER berukuran 3, 5 meter x 6, 5 meter di Lingkungan Geneng, Kelurahan Brondong, Kabupaten Lamongan, dipasang garis polisi, Rabu (21/11/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Satu dari dua terduga pengrusakan pos polisi di Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan penyerang anggota jaga, Bripka A, ternyata tidak menempati rumah sendiri alias hanya mengontrak.

Terduga ER (35) adalah warga Sidoarjo.

Ia mengontrak rumah di Lingkungan Geneng Gang II, Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Ia hidup bersama istrinya, UD asal Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban dengan 2 anaknya, DA (5) dan MH (19 hari).

Lalu bagaimana kehidupan terduga ER bersama keluarganya di Lingkungan Geneng Kelurahan Brondong?

Baca: Ini Kronologis Penyerangan Polisi Lamongan di Pos Lantas Paciran, Pelaku Sempat Lontarkan Benda Ini

SURYA.co.id mencoba menelusuri Lingkungan Geneng tempat terduga mengontrak rumah.

Ternyata, keluarga ER sangat tertutup dengan warga Geneng.

Menurut Tamijan, tetangga dekat terduga, ER dan istrinya bisa dikata jarang keluar rumah.

UD Istri ER, keluar rumah hanya saat mengantar anak pertamanya, DA (5) ke sekolah.

"Kalau melintas hanya sering menegur. 'Monggo mbah'," kata Tamijan menirukan istri terduga.

Sementara ER juga jarang keluar rumah.

Kalaupun keluar rumah juga hampir seminggu baru kembali.

Kata istri ER, suaminya kerja di Surabaya.

"Saya tanya istrinya, katanya suaminya kerja jualan bawang di Surabaya," kata Mbah Wasina, istri Tamijan.

Anak pertamanya, kata Wasina tidak boleh main ke rumah tetangga. Dan kalau ketahuan keluar rumah.

"Pasti dimarahi," kata Wasina.

Istri terduga sudah dua tahun menempati rumah kontrakan berukuran 3, 5 meter x 6, 5 meter bersama anak pertamanya dari suami pertama.

UD semula seorang janda dengan anak satu, kemudian menikah dengan ER dan dikarunia seorang anak yang baru berumur 19 hari.

Praktis, suaminya, ER hanya sekitar 9 bulan bersama dirumah kontrakan milik Sumi itu.

Meski begitu para tetangga tidak pernah tahu apa aktivitas dan kerja ER.

"Ada warga membangun jalan saja tidak keluar. Pintunya ditutup terus," kata Sumadi, tetangga lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved