Breaking News:

Rumah Politik Jatim

Ada Isu Penggusuran, PKL Tunjungan Plaza kini Merasa Tenang Ada Sosok Muzlan Thoib yang Mendampingi

Muzlan yang terus mendampingi PKL meminta para PKL terus mengedepankan koordonansi.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
surya/nuraini faiq
Caleg PKS Muzlan Thoib saat berbincang dengan PKL Kaliasin Pompa, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya yang bersebelahan dengan Tunjungan Plaza Surabaya, Rabu (21/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Puluhan Warung berjajar menepi di sepanjang Kampung Kaliasin Pompa, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya. Persis bersebelahan dengan Tunjungan Plaza Surabaya. Warung-Warung penjual makanan itu setiap hari selalu diserbu para pegawai mal di Surabaya ini.

Tercatat, ada 50 PKL yang saat ini menempati Jalan Gang Kaliasin Pompa tersebut. Para PKL itu menyatu bersama tempat parkir motor yang setiap hari juga sangat ramai. Namun para PKL yang sudah puluhan tahun menempati tepi jalan itu sempat cemas.

Mereka nyaris menjadi korban penggusuran dan penertiban PKL karena dianggap mengganggu. Para PKL mengaku sudah bertahun-tahun mencari nafkah di areal kampung itu.

"Kami sempat takut karena Pak Camat dan Pemkot mau menggusur kami yang sudah bertahun-tahun jualan. Saya bersyukur bertemu Pak Muzlan (Muzlan Thoib, caleg PKS) yang mendampingi PKL sehingga kami tetap bisa berjualan sampai sekarang," ucap Sunaryo, Ketua Paguyuban PKL Kaliasin Pompa Sunaryo, Rabu (21/11/2018).

Sunaryo mengaku sulit melupakan peran Muzlan saat situasi genting karena para PKL akan diterbitkan.

Di tempat yang sama sepanjang jalan kampung itu juga berderet belasan tempat parkir. Mereka memarkir motor di kanan kiri jalan kampung.

Akibatnya jalan kampung itu semrawut, terutama persis di dekat pintu utama TP.

Parkir motor ada di kanan kiri jalan kampung. Begitu ada mobil melintas di jalan kampung itu hanya bisa muat satu mobil.

Selebihnya dipenuhi parkir motor hingga meluber di jalan kampung. 

Pantauan Surya, tidak jauh dari parkiran itu marak Warung berjualan makanan. Sunaryo menyebutkan bahwa dirinya kaget karena oleh camat setempat para PKL itu mau dipindahkan di tempat yang baru. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved