Berita Jember

Kejari Jember Belum Terima Pelimpahan Berkas OTT Dispendukcapil

Penyidik kepolisian hingga kini belum melimpahkan berkas penyidikan OTT di Dispendukcapil Jember ke Kejari Jember. Ini alasannya..

surya/sri wahyunik
Kepala Dispendukcapil Jember jadi tersangka pungli saat dirilis Polres Jember 

SURYA.co.id | JEMBER - Penyidik Sat Reskrim Polres Jember belum melimpahkan berkas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, berkas perkara OTT itu belum dilimpahkan karena penyidik masih melengkapi pemeriksaan dan berkas administrasinya.

"Belum dilimpahkan karena penyidik harus menyiapkan seluruh berkas," ujar Kusworo, Selasa (20/11/2018).

Ia menuturkan dalam waktu satu bulan, berkas itu akan bisa dilimpahkan ke Kejari Jember.

Diprediksi, berkas akan dilimpahkan di bulan Desember mendatang. Sementara itu untuk pemeriksaan saksi, kata Kusworo, penyidik sudah menyelesaikan pemeriksaan kepada saksi-saksi.

Terkait tersangka baru, Kusworo menegaskan, sejauh ini tetap dua orang tersangka yang ditetapkan penyidik. "Tetap dua tersangka itu, tidak ada tersangka baru," lanjut Kusworo.

Ketika ditanya apakah perkara itu bisa mengembang ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Kusworo menjawab tidak menutup kemungkinan perkara itu menuju kesana.

"Bisa jadi mengembang kesana, sampai saat ini kami masih mengumpulkan bukti terkait aliran dana. Kami juga menunggu hasil dari PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan)," imbuhnya.

Seperti diberitakan, pada 31 Oktober lalu, Tim Saber Pungli Jember melakukan OTT di Kantor Dispendukcapil Jember. Polisi menetapkan dua tersangka dalam perkara itu yakni Kepala Dispendukcapil Jember Sri Wahyuniati dan calo dokumen Adminduk Abdul Kadar. Kadar juga dikenal sebagai pegiat LSM di Jember.

Saat OTT, polisi menyita uang tunai sebesar Rp 10.100.000. Saat konferensi pers, polisi membeber sejumlah barang bukti antara lain KTP, akta kelahiran, KK, ATM, uang tunai, buku rekening, juga KTP Sri Wahyuniati dan Abdul Kadar.

Baca: Ancam Sebar Video Percintaan yang Direkam Diam-diam, Gay di Surabaya Peras Korban Jutaan Rupiah

Baca: Jumlah Korban Pemerasan Oleh Pria Gay di Surabaya Bukan Cuma 1 Orang

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved