Breaking News:

Berita Surabaya

Jumlah Korban Pemerasan Oleh Pria Gay di Surabaya Bukan Cuma 1 Orang

Jumlah korban pemerasan oleh pria gay di Surabaya diduga tidak hanya satu orang saja. Ini kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan.

tribun jatim/Pradhitya Fauzi
Polisi menunjukkan barang bukti dan tersangka tindak pidana bermodus prostitusi gay di Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menyebut bahwa jumlah korban pemerasan yang dilakukan oleh gigolo gay di Surabaya tidak cuma satu orang. 

Dalam press release yang digelar Selasa (20/11/2018) siang, dia menyebut bahwa berdasarkan penyidikan yang telah dilakukan, jumlah korban tercatat sebanyak 8 orang. 

Dari delapan korban tersebut, baru satu orang saja yang berani melapor ke polisi. 

Luki mengatakan, selain untuk mengungkap jumlah korban, penyidikan juga dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku beraksi seorang diri atau berkelompok. 

Seperti diberitakan sebelumnya, personel Unit II Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap Supriyadi alias Andre (29), pria gay yang melakukan praktik prostitusi dan melakukan pemerasan kepada para pelanggannya.

Baca: Ancam Sebar Video Percintaan yang Direkam Diam-diam, Gay di Surabaya Peras Korban Jutaan Rupiah

Baca: Usai Digrebek Vicky Prasetyo, Angel Lelga Unggah Permintaan Maafnya untuk Sang Anak

Baca: Peredaran Narkoba di Sidoarjo Masih Tinggi, ini Langkah yang Akan Ditempuh Polisi

Penangkapan itu dilakukan setelah polisi melakukan pendalaman terkait laporan korban dengan nomor LPB/51/XI/2018/SUS/SPKT, tanggal 8 November 2018.

Luki mengatakan, modus yang dijalankan oleh Supriyadi adalah dengan merekam diam-diam aktivitas seksualnya bersama pria yang jadi pengguna jasanya.

Dengan rekaman video itulah, dia memeras korban dan mengancam bakal menyebarkannya apabila uang yang diminta tidak diberikan.

"Tersangka membuat video tanpa sepengetahuan korban, dengan ancaman akan menyebarkan video ke rekan kerja dan keluarga korban apabila tak segera mengirim sejumlah uang kepada tersangka," kata Kapolda Jatim.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved