Berita Surabaya

CPNS 2018 Pemkot Surabaya, yang Lolos Passing Grade Seleksi Kompetensi Dasar Tak Sampai 10 Persen

Dengan kondisi ini pihaknya juga berharap ada kebijakan dari BKN saat hasil TKD yang lolos passing grade jumlahnya minim.

CPNS 2018 Pemkot Surabaya, yang Lolos Passing Grade Seleksi Kompetensi Dasar Tak Sampai 10 Persen
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi, peserta mengikuti ujian menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hingga saat ini Pemerintah Kota Surabaya belum mengumumkan hasil seleksi tes CPNS untuk tes kompetensi dasar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan, sampai saat ini Pemkot Surabaya juga masih menunggu arahan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Belum ada pengumuman dari BKN, kita juga menunggu," kata Mia, saat diwawancara Surya di kediaman wali kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Selasa (20/11/2018).

Lebih lanjut Mia mengatakan pihaknya juga belum bisa memastikan kapan tahapan tes CPNS setelah Tes Kompetensi Dasar, yaitu Tes Kompetensi Bidang (TKB).

Jadwal pelaksanaan TKB dikatakan Mia juga harus menunggu arahan dan pengumanan dari BKN yang kini sedang ditunggu Pemkot Surabaya.

"Hasilnya belum ini, kita tunggu terima keputusan BKN. Jadi kita nanti ada pengumuman TKD, baru nanti TKB," kata Mia.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya Mia Santi Dewi.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya Mia Santi Dewi. (surya/fatimatuz zahroh)

Pihaknya sendiri tidak mengetahui yang menyebabkan adanya molor dan tidak sesuai jadwal ini.

Namun ia mensinyalir sebabnya adalah fenomena hasil TKD kemarin yang memang banyak yang tidak melampaui passing grade.

"Kita tidak tahu detail alasannya. Mungkin melihat fenomena TKD kemarin yang lolos passing grade tidak sampai 10 persen," ucap Mia.

Lebih lanjut Mia mengatakan dengan kondisi ini pihaknya juga berharap ada kebijakan dari BKN saat hasil TKD yang lolos passing grade jumlahnya minim.

Entah dengan menurunkan passing grade atau dengan opsi lain yang ditawarkan oleh Pemerintah Pusat.

Menurut Mia, Pemkot Surabaya juga sedang sangat membutuhkan pegawai setelah lima tahun tidak ada pengangkatan pegawai.

Ia juga menyayangkan jumlah pelamar yang begitu banyak namun tidak banyak terserap.

"Mestinya harus ada kebijakan selanjutnya. Karena kan sayang yang melamar sebanyak itu, sayang juga kalau minim yang kita dapat. Harusnya ada kebijakan selanjutnya," tegas Mia.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved