Istri Soekarno Bongkar Kebenaran Soal Kekuatan Gaib Bung Karno, Ternyata Tak Seperti yang Dikabarkan

Yurike Sanger membongkar kebenaran terkait isu Bung Karno punya kekuatan gaib. Simak penjelasannya

Kolase Tribun Jabar (Youtube/buceklie)
Yurike Sanger dan Soekarno 

Dalam buku otobiografi Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (Cindy Adams), Soekarno sendiri merasa aneh kenapa orang yang sakit keras hanya dijilat di bagian tubuh, misalnya tangan, bisa sembuh.

Tidak hanya mampu menyembuhkan orang sakit dengan kekuatansupranaturalnya, hingga usia 17 tahun Bung Karno ternyata memiliki kemampuan untuk ‘melihat’ dunia gaib.

Tapi Bung Karno sendiri karena masih usia anak-anak tidak merasa istimewa dengan kemampuan supranatural yang dimiliki.

Ia justru mulai tertarik untuk membaca buku dan dunia kesenian.

Namun,  setelah usia 17 tahun dan sudah merasa menemukan bakatnya serta sangat menggemari berpidato kekuatan gaib Bung Karno mendadak hilang.

Kemampuan Bung Karno dalam berpidato bahkan bisa membius ratusan ribu orang untuk mendengarkannya dan menggiring Bung Karno makin jauh memasuki dunia politik.

Berkat kemampuan bersilat lidah pulalah Bung Karno jadi 'makin sakti' karena berhasil menaklukkan penjajah Jepang dan Belanda serta mengantarkan bangsa Indonesia menuju gerbang kemerdekaan.

Selain mitos mempunyai kekuatan supranatural, ada sejumlah mitos lain terkait Bung Karno.

Dilansir Surya.co.id  dari berbagai sumber inilah di antara mitos-mitos itu:

1. Makan sisa Makanan Sukarno bisa mirip dengannya

Sebagai Presiden, Soekarno sering melakukan perjalanan dari ujung utara pulau Sumatra sampai ujung Papua.

Di sebuah kampung di Jawa Tengah, seorang perempuan di desa itu berbisik kepada pelayan, jangan diberesin dulu piring presiden Soekarno.

Dia meminta sisa-sisa makanan Soekarno karena dirinya sedang hamil.

Dan ia berharap kelak anaknya mirip Soekarno yang tampan, pemberani dan membela kepentingan rakyat.

2. Dianggap Dewa Wisnu yang bisa mendatangkan hujan

Di Bali lain lagi. Soekarno, di pulau dewata ini dianggap penjelmaan Dewa Wisnu.

Wisnu adalah dewa hujan dalam agama Hindu. Anggapan ini bukan tanpa alasan.

Masih seperti yang ditulis di buku biografinya yang ditulis Cindy Adams bahwa setiap Soekarno datang ke Tampaksiring yang tidak begitu jauh dengan Denpasar selalu turun hujan, bahkan ketika sedang musim kemarau.

Orang Bali meyakini Soekarno membawa berkah bagi mereka.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved