Berita Surabaya

Golkar Ingin Mengusung Calon Sendiri Saat Pilwali Surabaya

Partai Golkar ingin mengusung calonnya sendiri dalam Pilwali Kota Surabaya tahun 2020 mendatang.

Golkar Ingin Mengusung Calon Sendiri Saat Pilwali Surabaya
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Ketua DPD I Partai Golkar Jatim, Zainuddin Amali (kiri) saat mengukuhkan Bappilu dalam Rakornis Partai Golkar Surabaya, Minggu (18/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Golkar ingin mengusung calonnya sendiri dalam Pilwali Kota Surabaya tahun 2020 mendatang.

Untuk mewujudkan ambisi itu, partai berlambang pohon beringin ini membidik perolehan 10 kursi di pemilihan anggota legislatif pada 2019 mendatang. 

Ketua DPD I Partai Golkar Jatim, Zainuddin Amali dalam acara Pengukuhan Bappilu Rakornis Partai Golkar Surabaya, Minggu (18/11/2018), mengatakan, untuk bisa mencapai target itu, setidaknya setiap dapil ada dua legislatif yang lolos ke DPRD Surabaya.

"Kami tentu ada target. Kami inginkan di kota Surabaya ini Partai Golkar pertama punya pimpinan dewan dan pada Pilwali 2020 bisa usung sendiri calonnya," kata Zainuddin Amali.

Memang ada opsi koalisi partai dalam Pilwali, namun menurutnya, akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Golkar jika target internal itu bisa dicapai.

Target 10 kursi ini itu dikatakan Zainuddin Amali memang tidak bisa diraih hanya dengan bersantai. Harus ada ekstra kerja keras dari badan pemenangan pemilu (Bappilu) Partai Golkar Surabaya dan semua mesin partai.

Calon legislatif DPRD Surabaya harus bekerja keras untuk merealisasikan target DPD I itu. Mereka diminta maksimal dan berjuang sekeras mungkin.

"Kami harus tentukan nasib sendiri, jangan bergantung pada orang lain. Oleh karena itu Bappilu dan para caleg harus berjuang keras," tegasnya.

Saat ditanya apakah Partai Golkar sudah memiliki calon yang potensial untuk diusung dalam Pilwali Surabaya, Zainuddin Amali belum mau menyebutkan.

Berbeda dengan partai lain yang sudah menyodorkan nama ke masyarakat Kota Pahlawan, Partai Golkar memilih menunggu Pileg selesai sebelum mulai menjaring nama calon yang tepat diusung.

"Nantilah akan kami tentukan setelah hasil pileg. Kita ingin semua berkosentrasi pada pileg terlebih dahulu baru membahas siapa yang dicalonkan di pilwali. Tetapi target kami untuk Surabaya partai golkar harus bisa mencalonkan sendiri. Nanti pasa perjalanannya harus berkoalisi itu sesuatu saja menurut kami," tandasnya.

Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Blegur Prijanggono siap memenuhi target dari DPD I Partai Golkar.

"Banyak hal yang harus dilakukan caleg khususnya kota Surabaya. Yang jelas turun ke masyarakat untuk jaring aspirasi dan dapat kepercayaan untuk masyarakat Surabaya menilai bahwa partai pinya kualitas maupun kuantitas," kata Blegur.

Sesuai hitungannya, agar bisa terealisasi target itu, para caleg Golkar harus memperoleh lebih dari 5 ribu suara di setiap dapil.

Sedangkan untuk pilwali, mantan legislator DPRD Surabaya tersebut belum berpikir ke arah sana. Tetapi pihaknya siap mewujudkan tantangan pimpinan partai golkar untuk bisa mengusung calon sendiri dengan mengantongi 10 kursi di legislatif.

"Otomatis semangat caleg untuk bisa akselerasi hasilnya 2020. Artinya kita semua ingin pengurus punya wali kota sendiri," kata Blegur.

Soal siapa nantinya yang akan diusung, Blegur menuturkan, tak menutup kemungkinan adanya sejumlah sosok. Bisa dari dalam kader maupun luar kader.

"Kader kami prioritaskan, tapi tidak menutup kemungkinan mengusung sosok di luar kader," pungkas Blegur.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved