Berita Lamongan

Di Lamongan, Sekjen PDIP Singgung Hubungan Bung Karno dengan Muhammadiyah

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristianto menyebut Muhammadiyah saat meresmikan kantor DPC PDI Perjuangan di Lamongan.

Di Lamongan, Sekjen PDIP Singgung Hubungan Bung Karno dengan Muhammadiyah
surabaya.tribunnews.com/hanif manshuri
Hasto Kristianto, Sekjen PDIP saat meresmikan Kantor PDIP Lamongan, jalan Kusuma Bangsa, Minggu (18/11/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristianto mengakui, Ormas Muhammadiyah telah meletakkan tradisi pencerahan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu dia sampaikan saat meresmikan kantor DPC PDI Perjuangan di Lamongan, yang bertepatan dengan Milad ke-106 Muhammadiyah, Minggu (18/11/2018).

"Selamat atas Milad Muhammadiyah ke-106, PDI Perjuangan meneladani pemikiran KH Ahmad Dahlan," ungkap Hasto usai meresmikan Kantor DPC PDIP di jalan Kusuma Bangsa Lamongan Jawa Timur, Minggu (18/11/2018).

Hasto sedikit mengungkapkan, bagaimana bung Karno trinspirasi oleh pemikiran-pemikiran yang berkemajuan untuk Indonesia raya dari Kiai Haji Ahmad Dahlan.

Sehingga seluruh komponen bangsa juga bersatu padu, mereka yang berkeringat dan berjuang bagi republik ini, semua menyatukan harapan Indonesia lebih baik.

Muhammadiyah telah memelopori kehidupan keagamaan dengan meletakkan tradisi pencerahan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Seluruh kader Partai diajarkan bagaimana Bung Karno berguru dengan KH Ahmad Dahlan.

“Dari KH Ahmad Dahlan, Bung Karno menangkap apinya Islam, Islam yang berkemajuan, Islam is a progress,"ujar Hasto.

Bung Karno punya hubungan kuat dengan Muhammadiyah, baik itu relasinya dengan tokoh-tokoh Muhammadiyah hingga keterlibatan langsung Bung Karno.

Menyinggung fungsi Kantor PDIP yang baru diresmikannya, Hasto mengupas bagaimana PDIP secara konsisten sebagai partai pelopor berdasarkan ideologi Pancasila dan terus memperkuat manajemen kepartaiannya sebagai partai modern yang tetap dengan roh kerakyatan.

"Berdasarkan pesan ibu Megawati, kantor partai adalah rumah rakyat, kantor pusat kebudayaan," kata Hasto.
Selain itu, Kantor PDIP juga sebagai pusat penggemblengan kader partai, pusat pendidikan politik dan kaderasisasi, dan harus terbuka untuk rakyat.

Karena itulah kantor harus selalu dibuka bagi masyarakat yang ingin menggunakan kantor partai untuk keperluan rapat.

Karena pada dasarnya PDI Perjuangan juga menyatu dengan rakyat itu sendiri.

Bisa saja misalnya, dipakai untuk ibu-ibu PKK menggunakan kantor ini. Bahkan untuk hajatan kantor partai ini juga terbuka untuk digunakan.

"Kami terus membangun kantor partai, bahkan DPP periode ini merupakan DPP yang paling banyak membangun kantor partai," ungkapnya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved