Sistem Ranking CPNS Jawa Timur Diperkirakan Mampu Mengisi Jumlah Formasi yang Dibutuhkan Pemerintah

Kepala BKD Jatim Anom Surahno mengatakan, Sistem Ranking CPNS diperkirakan mampu mengisi jumlah formasi yang dibutuhkan pemerintah.

Sistem Ranking CPNS Jawa Timur Diperkirakan Mampu Mengisi Jumlah Formasi yang Dibutuhkan Pemerintah
Serambi Indonesia/Sari Muliyasno
Sistem Ranking CPNS Jawa Timur Diperkirakan Mampu Mengisi Jumlah Formasi yang Dibutuhkan Pemerintah 

SURYA.co.id - Terkait hasil tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang tak sesuai harapan, pemerintah diketahui akan menggalakkan sistem ranking CPNS.

Sistem ranking CPNS ini selain digunakan untuk pemenuhan jumlah CPNS juga untuk mengisi formasi penting dan sangat dibutuhkan oleh pemerintah yakni, Guru dan tenaga kesehatan.

Dipilihnya sistem ranking CPNS ini dirasa sangat tepat daripada harus menurunkan passing grade yang nantinya akan berpengaruh pada kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca: Cara Kerja Sistem Ranking CPNS Jawa Timur (Jatim) yang Akan Digunakan BKN, Gantikan Passing Grade

Baca: CPNS 2018, Rata-rata Passing Grade Jawa Timur 5 Persen, Lebih Bagus dari Nasional

Baca: Setelah Puasa dan Belajar, Nuriatul Akhirnya Bisa Berkata : Emak, Saya Lolos Ujian CPNS!

Kabar rendahnya jumlah peserta yang lolos tes SKD untuk CPNS 2018 rupanya telah didengar oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Orang penting di Indonesia nomor dua itu mengatakan, sekitar 100.000 formasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) belum terpenuhi karena hanya 8 persen peserta yang lolos tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam penerimaan Calon PNS 2018.

Hal itu disampaikan Kalla saat memberi sambutan dalam acara Tempo Economic Outlook di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

"Saya baru terima laporan dari Menteri PAN-RB tadi pagi tentang hasil ujian masuk PNS. Dari 4 juta yang melamar, yang sesuai SDM yang boleh ikut ujian 1,8 juta orang. Dari total itu, hanya 8 persen yang bisa lulus. Itu kurang lebih 100.000. Padahal kita butuh 200.000," kata Kalla dikutip dari artikel Kompas.com yang berjudul 'Kata Kalla, CPNS yang Lolos Sekitar 100.000, yang Dibutuhkan 200.000 Orang'.

Menurut Kalla, hal ini menunjukkan skill pekerja di Indonesia masih bermasalah dan harus segera ditingkatkan.

Selain itu, kata Kalla, para CPNS yang nantinya diterima juga harus dilatih untuk terbiasa mengikuti perkembangan teknologi.

Alasannya, saat ini perkembangan teknologi sangat pesat sehingga perlu diimbangi dengan SDM yang mumpuni.

Halaman
1234
Penulis: Akira Tandika
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved