Cara Kerja Sistem Ranking CPNS Jawa Timur (Jatim) yang Akan Digunakan BKN, Gantikan Passing Grade

Pemerintah mengambil langkah untuk menerapkan sistem ranking CPNS Jawa Timur 2018 untuk menentukan peserta yang lolos tes SKD.

Cara Kerja Sistem Ranking CPNS Jawa Timur (Jatim) yang Akan Digunakan BKN, Gantikan Passing Grade
Twitter/BKNgoid
Cara Kerja Sistem Ranking CPNS Jawa Timur (Jatim) yang Akan Digunakan BKN, Gantikan Passing Grade 

SURYA.co.id - Pemerintah mengambil langkah untuk menerapkan sistem ranking CPNS untuk menentukan peserta yang lolos tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Sistem ranking CPNS dilakukan lantaran angka kelulusan SKD tak sesuai harapan pemerintah dan terbilang cukup rendah.

Banyak peserta yang tak memenuhi passing grade atau batas nilai minimal, sehingga BKN memutuskan untuk melakukan sistem ranking CPNS daripada harus menurunkan passing grade.

Baca: CPNS 2018, Rata-rata Passing Grade Jawa Timur 5 Persen, Lebih Bagus dari Nasional

Baca: Peserta CPNS 2018 Minim yang Lolos Tes SKD, Pakde Karwo Dukung Sistem Pemeringkatan

Baca: Setelah Puasa dan Belajar, Nuriatul Akhirnya Bisa Berkata : Emak, Saya Lolos Ujian CPNS!

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, sistem ranking itu diterapkan untuk mengisi formasi yang kosong akibat banyaknya peserta seleksi yang tak lolos passing grade.

Terutama pada posisi yang paling dibutuhkan pemerintah saat ini yakni, guru dan tenaga kesehatan.

Pemerintah sebenarnya masih memiliki opsi menurunkan passing grade.

Tetapi opsi itu tak diambil lantaran tak sesuai dengan visi BKN.

BKN khawatir jika menurunkan passing grade akan merekrut Aparatur Sipil Negara (ASN) tak berkualitas.

Ditemui saat melakukan peninjauan pelaksanaan seleksi CPNS di Kota Malang, Jumat (16/11/2018) Bima membenarkan jika formasi guru dan tenaga kesehatan lebih diutamakan dalam seleksi CPNS 2018 ini.

"Sekarang kalau di daerah bagaimana solusinya. Kita lihat kalau ini dibiarkan kosong bagaimana, kalau diisi bagaimana. Formasi tahun ini itu sebagian terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan."

Halaman
1234
Penulis: Akira Tandika
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved