Berita Surabaya

Rakyat Surabaya Menggugat Insiden Viaduk Surabaya Membara, Ini 3 Tuntutan yang Diminta

Koordinasi aksi, Udin Sakera, mengatakan ada tiga hal yang dituntut mereka kepada kepolisian maupun pemerintahan kota maupun provinsi

Rakyat Surabaya Menggugat Insiden Viaduk Surabaya Membara, Ini 3 Tuntutan yang Diminta
TribunJatim.com/nur ika anisa
Sejumlah massa yang tergabung Rakyat Surabaya Menggugat meminta Polrestabes Surabaya untuk mengusut tuntas kasus tragedi korban penonton Surabaya Membara di Viaduk Jalan Pahlawan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah massa yang tergabung Rakyat Surabaya Menggugat meminta Polrestabes Surabaya untuk mengusut tuntas kasus tragedi korban penonton Surabaya Membara di Viaduk Jalan Pahlawan.

Beberapa tuntutan disuarakan saat aksi demo di depan Polrestabes Surabaya, Jumat (16/11/2018).

Koordinasi aksi, Udin Sakera, mengatakan ada tiga hal yang dituntut mereka kepada kepolisian maupun pemerintahan kota maupun provinsi untuk menindak lanjuti kasus tersebut.

Pihaknya meminta polisi terus menseriusi pemeriksaan kasus tersebut dengan menetapkan tersangka dari tragedi penonton Surabaya Membara di viaduk Jalan Pahlawan.

Selain itu, mereka juga meminta adanya kejelasan penyaluran santunan kepada korban meninggal maupun terluka terutama yang masih dalam perawatan di beberapa Rumah Sakit.

"Kami ingin polisi ikut serta mengawal korban yang katanya mendapat santunan, harus diseriusi uang itu jatuh kepada korban," kata Udin Sakera di Polrestabes Surabaya, Jumat (16/11/2018).

Sebab, ada beberapa pasien yang dikatakannya tidak mendapat santunan yang dijanjikan sehingga menanggung biaya perawatan sendiri.

"Biaya perawatannya dari pihak keluarga bang lebih dari Rp 20 juta. Bukan hanya santunan tapi lihat keadaan korban, seperti apa dia nanti ke depannya sekolah dengan kaki yang patah menggunakan pen," kata dia.

Udin meminta nantinya setiap acara yang digelar di Surabaya harus melibatkan berbagai unsur baik pengamanan polisi, Pemerintah Kota Surabaya maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Suatu saat kalau ada yang saling mencuci tangan lebih baik dibubarkan saja acara, tidak ada Surabaya Membara. Pembelajaran pemkot pemprov harus melibatkan semua unsur. Jangan main-main," tegas Udin.

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved