Press Release

Perjalanan Tim Aksi Cepat Tanggap ke Yaman: Pusat Krisis Itu Bernama Sana'a

Ia harus menempuh waktu 39 jam perjalanan dan menembus 35 pos keamanan. Rute dan buruknya sarana komunikasi menjadi kendala selama perjalanan.

Perjalanan Tim Aksi Cepat Tanggap ke Yaman: Pusat Krisis Itu Bernama Sana'a
surya/istimewa
Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) saat berada di Yaman 

“Dua pos terakhir pengamanannya sangat ketat, makanya di Sana'a cukup jarang orang asing. Namun, alhamdulillah semuanya lancar dan (saya) bisa masuk Yaman ,” cerita Rudi.

Sejak api konflik mulai berkobar, Sana’a lah yang menjadi pusat terjadinya krisis pengungsi terbesar.
Wajar, di kota inilah konflik sipil itu dimulai.

Sana’a sebelum konflik pernah menjadi ibu kota negara, namun ibu kota dan pusat pemerintahan darurat akhirnya dipindahkan ke Aden, kota besar lain di pesisir Teluk Aden.

Rudi bercerita, dari diskusinya dengan warga lokal di Yaman, mereka mengatakan bahwa Sana’a adalah pusat dari krisis.

“Sampai hari ini, semua warga Yaman yang bermukim di Sana’a mencoba pergi melarikan diri ke kota-kota terdekat yang dirasa lebih aman. Salah satunya adalah Hodeidah yang sekarang justru tengah menjadi pusat pertempuran untuk mengambil alih pelabuhan,” tutur Rudi.

Ya, krisis di Yaman memang rumit dan meluas. Faksi-faksi yang berkonflik kini mengincar Hodeidah untuk dikuasai.

Pasalnya, Hodeidah adalah kota terakhir yang menjadi pintu masuk kebutuhan logistik via jalur laut.

Namun akhirnya, konflik di Hodeidah ini pun membuat setidaknya 2 juta jiwa melarikan diri, berbalik arah ke Kota Sana’a.

Rudi menemukan kenyataan, di Sana’a sepanjang jalan adalah penyintas perang yang tinggal dengan kondisi yang memprihatinkan.

“Di Distrik Jedar, misalnya, mereka bernaung hanya di bawah bangunan bekas yang hampir roboh, serta di lingkungan dengan sanitasi yang buruk. Rata-rata satu bangunan rumah dihuni oleh lebih dari enam anggota keluarga,” kata Rudi, melalui pesan yang dikirimkan menggunakan jejaring internet yang amat terbatas di Sana’a.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved