Selasa, 28 April 2026

Berita Gresik

Pantesan Viral, Ternyata Begini Isi Surat & Usaha Cowok di Gresik Sampai Bisa Miliki SIM C

Surat dari seorang pemohon surat izin mengemudi ( SIM) bernama Wisely Michello Putra Sut (18), warga Jalan Balikpapan I No 51 GKB

Editor: Adrianus Adhi
Via Kompas.com
Inilah curhat SIM di Gresik yang Viral 

SURYA.co.id - Surat dari seorang pemohon surat izin mengemudi ( SIM) bernama Wisely Michello Putra Sut (18), warga Jalan Balikpapan I No 51 GKB ( Gresik Kota Baru), Gresik, tiba-tiba menjadi perbincangan di kalangan warga dan jajaran kepolisian dalam beberapa hari terakhir.

Dalam surat yang dikirimkan kepada Satlantas Polres Gresik, terutama kepada Aiptu Jailani tersebut, Wisely bukan bermaksud melayangkan komplain, melainkan sebuah ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membimbing dan melatihnya hingga berhasil lulus ujian untuk mendapatkan SIM C.

"Seingat saya, dia (Wisely) itu melakukan tes ujian SIM C tepat saat Hari Pahlawan kemarin, 10 November 2018, bersama dengan beberapa orang lain," kenang Aiptu Jailani, Baur SIM Satlantas Polres Gresik kepada Kompas.com, Kamis (15/11/2018).

Iapun tidak menduga, salah satu dari pemohon SIM yang dilatihnya lantas memberikan kejutan berupa surat ucapan terima kasih.

Bahkan, Wisely tidak hanya memberikan ucapan selamat namun juga kue pada saat itu.

"Jadi begitu dinyatakan lulus dan layak mendapatkan SIM, dia kemudian pulang dan balik lagi ke sini (kantor Satlantas) untuk memberikan surat sama kue black forest.

Saya sempat bilang, ngapain pakai bawa roti segala, dia bilang nggak apa-apa Pak saya ikhlas kok sebagai ucapan terima kasih," ujar Jailani.

Polisi kelahiran Jombang, 10 Agustus 1969, ini lantas menceritakan, proses yang dijalani Wisely untuk mendapatkan SIM C memang tidak mudah. Sebab, setiap hari sebelum dinyatakan layak dan lulus ujian, Wisely hampir sepekan rela menyisihkan waktunya untuk berlatih di halaman kantor Satlantas Polres Gresik.

"Jadi setiap sore selama empat hingga enam hari, dia datang ke sini untuk berlatih, sehingga saya sampai hafal dengan wajahnya. Dengan sabar, ia mau menuruti dan mencoba apa yang saya instruksikan," kata Jailani.

"Begitu tes dilaksanakan, Wasely pun sudah lancar karena sudah terbiasa praktik setiap sore sebelumnya. Bersama lima pemohon lain, Wasely akhirnya lulus tes dan mendapatkan SIM dari puluhan pemohon SIM C pada saat itu," cerita dia.

Merasa bangga dan senang, Wasely pun sudah merancang sebuah ungkapan terima kasih kepada Jailani, yang telah dengan sabar memberikan bimbingan dan pelatihan sehingga dirinya dinyatakan lulus dan layak mendapatkan SIM C, melalui surat dan paket kue black forest.

Bahkan dalam akun twitter divisi humas Polri, video tentang Wisely sudah dibagikan sebanyak 3,8 ribu penayangan.


Berikut isi lengkap surat Wisely Michello:

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, Terima kasih disampaikan untuk semua pihak Kepolisian. Terima kasih pak, anda adalah pengayom masyarakat. Terima kasih pak telah memberikan kami semua ujian-ujian/tes SIM.

Sehingga kami busa dikatakan layak sebagai pengendara yang tertib dan patuh terhadap lalu lintas.

Kami semua sangat bersyukur apabila pihak Kepolisian memberikan ujian-ujian seperti ini, saya rasa tujuannya adalah agar dapat meminimalisir kecelakaan, dan hal tersebut sama saja anda menyelamatkan nyawa kami semua.

Terima kasih ya pak sudah memberikan kami pelatihan gratis setiap sore, sehingga kami bisa lulus ujian ini dan layak menjadi pengendara.

Insya Allah kami akan menjadi pengendara yang patuh dan taat lalu lintas serta menjadi pelopor keselamatan.

Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak terutama Pak Jailani yang selalu berdinas setiap hari menguji kami semua tanpa lelah dan terima kasih terhadap rekan-rekan yang ada/bertugas di dalam kantor.

Semoga Allah selalu memberimu keselamatan untuk rekan-rekan Kepolisian yaitu keselamatan dunia dan akhirat.

aamiin… Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 "Saya terharu dengan apa yang sudah dilakukan oleh Wisely, bahwa semua itu memang butuh proses tidak bisa langsung jadi. Wisely patut menjadi contoh," ujar Kanit Dikyasa Satlantas Polres Gresik Ipda Darwoyo, Kamis (15/11/2018).

Tes Wisely sendiri sebelumnya dengan rela belajar dan berlatih untuk bisa mendapatkan SIM C yang diharapkan, setiap sore selama hampir sepekan di halaman kantor Satlantas Polres Gresik di bawah asuhan Aiptu Jailani.

Dengan ia akhirnya dinyatakan lulus tes bersama lima pemohon SIM C lainnya, tepat pada saat Hari Pahlawan, 10 November 2018 kemarin.

“Setiap sore kami memang ada sesi berlatih bagi pemohon yang berkenan secara gratis, dengan langsung di bawah arahan Aiptu Jailani, dari mulai pukul 15.30 WIB hingga 17.00 WIB.

Ini langkah dari Satlantas, supaya mereka yang ingin lulus ya harus berusaha, jangan pilih gampangnya,” ucap dia.

Ia lantas mengatakan, bila sebenarnya pihak kepolisian tidak ingin mempersulit keinginan pemohon untuk bisa mendapatkan SIM.

Hanya saja, aturan harus ditegakkan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami juga gencar sosialisasi ke sekolah-sekolah, supaya siswa mau memanfaatkan fasilitas yang sudah kami sediakan.

Sebab kami juga tidak menginginkan, banyaknya angka kecelakaan lantaran pemohon tidak menguasai dasar-dasar mengemudikan kendaraan.

Makanya diadakan tes, dan kami memiliki standar yang harus dipenuhi oleh pemohon bila ingin lulus, dengan itu bisa didapat dengan cara berlatih,” kata dia.

Sebagai manusia biasa, pihak kepolisian juga menyadari bahwa ada juga beberapa dari pemohon SIM yang menginginkan lulus, padahal mereka tidak menguasai dasar-dasar yang ditentukan pada saat tes dilakukan.

“Kami tidak munafik, ada juga pemohon yang ingin jalan pintas dengan menyodorkan sejumlah uang agar bisa lulus, tapi dengan tegas kami tolak.

Kalau nggak percaya, silahkan ditanyakan kepada Aiptu Jailani yang biasa melatih dan menguji tes,” terangnya.

Aiptu Jailani yang menjabat Baur SIM Satlantas Polres Gresik, yang sebelumnya mendapat surat ungkapan terima kasih dari Wisely menyatakan, kejadian tersebut juga sempat dialami olehnya pada saat menjalankan tugas.

"Pernah ada. Waktu itu ada pemohon yang ingin diluluskan dalam ujian, ia kemudian menyelipkan sejumlah uang dalam formulir.

Tapi tidak saya terima, bahkan saya kemudian laporkan kepada Propam yang saat itu bertugas, kemudian pemohon itu diberi pengarahan oleh Propam," kenang Jailani.

Sama seperti Darwoyo, Jailani juga berharap, masyarakat dapat sadar dengan apa yang dilakukannya, yakni, dengan cara berlatih untuk bisa benar-benar menguasai kendaraan yang dikemudikan sehingga dinyatakan lulus pada saat tes.

"Asal bisa menguasai pasti kami luluskan, kalau memang belum bisa ya nggak, makanya belajar dan berlatih dulu. Sebab ini menyangkut nyawa, dengan kecelakaan bisa diminimalisir salah satunya ya dengan kelulusan tes yang memang benar-benar sesuai kemampuan," pungkasnya. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved