CPNS 2018

Tingkat Kelulusan Murni Seleksi Kemampuan Dasar CPNS 2018 di Tingkat Daerah Masih Rendah

Persentase tingkat kelulusan peserta ujian Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) CPNS 2018 di tingkat pemerintah daerah lebih rendah

Tingkat Kelulusan Murni Seleksi Kemampuan Dasar CPNS 2018 di Tingkat Daerah Masih Rendah
Surabaya.Tribunnews.com/Sri Wahyunik
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengunjungi lokasi ujian Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) CPNS di Balai Serbaguna Jember, Kamis (15/11/2018). 

SURYA.co.id | JEMBER - Persentase tingkat kelulusan peserta ujian Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) CPNS 2018 di tingkat pemerintah daerah lebih rendah jika dibandingkan dengan tingkat kelulusan SKD di lembaga kementerian.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyebut tingkat kelulusan SKD berdasarkan standar 'passing grade' di lembaga kementerian berkisar 20 persen lebih.

"Tahun lalu ketika dilaksanakan tes CPNS juga di tingkat lembaga kementerian, hasil SKD-nya juga segitu, sekitar 20 persen lebih tidak beda jauh dengan tahun ini. Nah ini berbeda ketika diterapkan untuk pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, hasilnya makjleb," kata Bima kepada wartawan termasuk Surya usai meninjau pelaksanaan ujian SKD CPNS di Gedung Balai Serbaguna Jember, Kamis (15/11/2018).

Menurut Bima, tingkat kelulusan murni (sesuai passing grade) untuk SKD CPNS di Indonesia wilayah Barat mencapai 3,34 persen, untuk wilayah Tengah mencapai 2,75 persen, dan wilayah Timur mencapai 1,75 persen. Khusus untuk Jawa Timur, tingkat kelulusan murni SKD berkisar di angka 5 persen dari jumlah peserta ujian.

"Kalau di Jawa Timur berkisar 5 persen. Tingkat kelulusan di Jatim beragam, mungkin yang tinggi di Surabaya dan Sidoarjo. Dan evaluasi kami sejauh ini dari 2,8 juta peserta yang mendaftar, sudah 2,1 juta peserta yang ikut ujian. Kalau rata-rata tingkat kelulusan murni secara nasional (gabungan kementerian dan daerah) di kisaran 15 persen," imbuh Bima.

Meskipun tingkat kelulusan SKD CPNS di tingkat pemerintah daerah rendah, Bima tidak mau menyebut soal yang diujikan di SKD CPNS 2018 sulit. Sebab, katanya, soal SKD di pemerintah daerah maupun kementerian sama. Namun tingkat kelulusan berbeda.

Bima lebih melihat hasil ujian SKD CPNS 2018 ini sebagai cerminan sumber daya manusia (SDM) dan potret pendidikan di Indonesia.

"Bukan salah tes-nya, tetapi ini prasyarat dasar pembangunan manusia. Ini menunjukkan hasil pendidikan di masing-masing daerah tidak seragam," lanjutnya.

Saat meninjau lokasi ujian SKD CPNS di Balai Serbaguna Jember, Bima melihat langsung hasil ujian SKD yang digelar, Kamis (15/11/2018). Bima terlihat beberapa kali menggelengkan kepala melihat nilai-nilai yang terpampang di dua layar di sisi luar gedung tersebut. Bima langsung menunjuk sejumlah nilai yang sesuai dengan tingkat kelulusan.

"Nah ini lulus. Ini pas banderol," ujar Bima saat melihat nilai yang 'ngepres' dengan standar kelulusan murni SKD.

Kamis (15/11/2018) merupakan hari terakhir pelaksanaan ujian SKD CPNS 2018 di Kabupaten Jember. Lima daerah yakni Jember, Situbondo, Bondowoso, Kota dan Kabupaten Proolinggo, menggelar ujian di Jember. Hari terakhir ujian diperuntukkan bagi Pemkab Situbondo.

Sedangkan untuk kelulusan murni SKD CPNS Kabupaten Jember mencapai 445 orang dari pendaftar 10.799 orang. Kuota yang dibuka oleh Pemkab Jember sebanyak 795 formasi. Sementara di Pemkab Bondowoso, dari 2.533 orang pendaftar hanya 152 yang lolos murni untuk kuota 296 yang disediakan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved