Tes CPNS 2018

Banyak Peserta CPNS Tak Lolos, BKD Jatim Usulkan Penurunan Passing Grade CPNS ke BKN

Kepala BKD Jatim, Anom Surahno akan mengusulkan ke BKN agar menurunkan passing grade CPNS atau standar kelulusan tahapan tes SKD.

Banyak Peserta CPNS Tak Lolos, BKD Jatim Usulkan Penurunan Passing Grade CPNS ke BKN
SURYA.co.id/Sofyan Arif Candra Sakti
Banyak Peserta CPNS Tak Lolos, BKD Jatim Usulkan Penurunan Passing Grade CPNS ke BKN 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepala BKD Jatim, Anom Surahno akan mengusulkan ke BKN agar menurunkan passing grade CPNS atau standar kelulusan tahapan tes SKD.

BKD singkatan dari Badan Kepegawaian Daerah. BKN kependekan dari Badan Kepegawaian Nasional. Sedangkan SKD singkatan dari Seleksi Kompetensi Dasar. 

Anom mengatakan pada tes CPNS Jatim sampai Kamis (15/11/2018) yang lolos passing grade CPNS hanya 5,31 persen dari 51 ribu peserta, dan ada beberapa formasi yang masih kurang atau belum terisi.

"Sehingga kita akan mengusulkan skema penurunan passing grade CPNS besok langsung ke Kepala BKN," kata Anom, Kamis (15/11/2018).

Bupati Jember Faida inspeksi mendadak ke lokasi tes CPNS 2018, Jumat (26/10/2018)
Bupati Jember Faida inspeksi mendadak ke lokasi tes CPNS 2018, Jumat (26/10/2018) (surya/sri wahyunik)

Anom akan bertemu dengan Kepala BKN, Bima Haria di Kanreg BKN II Surabaya sembari meninjau pelaksanaan tes CPNS di hari terakhir.

"Yang paling sulit itu TKP, karena passing grade nya tinggi, 143. Kalau itu turun menjadi 140, saya kira masih banyak yang bisa lolos," ucapnya.

Jika usulan-usulan tersebut disetujui, maka oleh BKD akan langsung diterapkan dalam standar kelulusan dan para peserta yang lolos dengan passing grade yang baru akan diumumkan pada tanggal 22-23 November 2018.

Selain penurunan passing grade, Anom juga akan mengusulkan untuk melakukan pendaftaran formasi khusus yang tidak ada pendaftarnya sama sekali pada formasi tersebut salah satunya adalah dokter spesialis.

"Kita minta pendaftar formasi dokter spesialis itu batas usianya tidak 35 tapi 40 tahun, karena sekolah dokter spesialis itu kan lama. Kalau usia pendaftar nya maksimal 40 tahun saya kira akan banyak yang mendaftar," ucapnya. (Sofyan Arif Candra Sakti)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved