PT PP Property Manfaatkan Gratisnya Akses Suramadu Untuk Kembangkan Apartemen

PT PP Properti Tbk (Persero) kian gencar menggarap proyek apartemen Grand Sagara di Kenjeran, Surabaya. Apalagi, akses jembatan Suramadu gratis.

PT PP Property Manfaatkan Gratisnya Akses Suramadu Untuk Kembangkan Apartemen
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Direktur Realty PT PP Properti Tbk. (PPRO), Galih Saksono (dua dari kiri) menjelaskan maket Grand Sagara di sela-sela acara pengenalan Grand Sagara di Dyandra Convation Center, Rabu (14/11/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan pengembang properti dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara), PT PP Properti Tbk (Persero) menggelar langkah bisnis dengan melakukan Product Knowledge (PK) satu tower apartemen di proyek Grand Sagara, Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya, Rabu (14/11/2018).

Dalam PK tersebut, 80 persen dari sekitar 1.040 unit hunian dari tower bernama Adriatik itu sudah mulai dikenalkan untuk dijual dengan sistim NUP (Nomor Urut Pemesanan).

"Hari ini kami kenalkan produk ke para broker, dan di bulan Desember nanti targetnya bisa dilakukan pemilihan unit sekaligus melakukan ground breaking," jelas Satrio Sujatmiko, Project Director PT PP Properti Suramadu.

Grand Sagara merupakan proyek pengembangan komplek apartemen, hotel, mal lifestyle dan komersial area di lahan seluas 5,6 hektar di kawasan jembatan Suramadu sisi Kota Surabaya.

Rudi Harsono, Direktur Utama PT PP Properti Suramadu, mengatakan kegiatan PK ini merupakan tindak lanjut dari rencana pengembangan kawasan yang sudah disiapkan sejak awal tahun 2018.

"Kami sudah melakukan kerjasama dengan Pemkot Surabaya untuk mengembangkan infrastruktur dan fasilitas di pesisir itu, kemudian kami mengembangkan kawasan baru yang lebih sinergi melalui proyek Mixed Used Grand Sagara ini," kata Rudi.

Dalam kegiatan PK tersebut, unit apartemen yang ditawarkan mulai dari ukuran terkecil hingga menengah.

Untuk ukuran terkecil, type studio di 22 meter persegi. Harga awal yang disampaikan mulai dari Rp 350 jutaan.

"Ini merupakan harga perdana. Tapi satu dua bulan bisa naik lagi, mengingat permintaan pasar, dan peningkatan investasi mengingat adanya jembatan Suramadu yang saat ini sudah gratis," jelas Rudi.

Direktur Realty PPRO Galih Saksono, menambahkan, apartemen atau komplek mixed used di kawasan Surabaya Utara saat ini masih belum ada yang berdiri dan operasional. Selama ini, pasar properti gedung bertingkat di kota Surabaya masih berada di kawasan barat, timur dan tengah.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved