Rumah Politik Jatim

Bertambah 500 Ribu, Bawaslu Jatim Akan Audit DPT Jatim

Bawaslu Jatim memberi catatan pada proses perbaikan kedua DPT Jatim. Di antaranya, penambahan sekitar 500 ribu pemilih dalam masa perbaikan.

Bertambah 500 Ribu, Bawaslu Jatim Akan Audit  DPT Jatim
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bawaslu Jatim memberi catatan pada proses perbaikan kedua DPT Jatim. Di antaranya, penambahan sekitar 500 ribu pemilih dalam masa perbaikan.

Untuk diketahui, KPU Jatim telah menetapkan DPT hasil perbaikan kedua yang berjumlah 31.011.960 pemilih.

Jumlah ini bertambah dari penetapan DPT sebelumnya yang berada di angka 30.490.255 pemilih saat ditetapkan pada akhir September 2018 lalu.

Komisioner Bawaslu Jatim pun memberikan catatan pada pertambahan 521.705 pemilih dalam waktu dua bulan perbaikan ini.

"Catatan Bawaslu kepada KPU terkait penyusunan DPT, bukan hanya untuk provinsi namun juga kabupaten dan kota," kata Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi kepada Surya.co.id (Tribunnews Network) ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (14/11/2018).

Catatan Bawaslu Jatim tersebut di antaranya Daftar Pemilih di salah satu kabupaten yang masih tidak sesuai dengan sistem daftar pemilih (Sidalih) KPU. "Hampir semua kabupaten dan kota, DPT dan Sidalih tidak sesuai," katanya.

Mengutip penjelasan KPU Jatim, Aang menyebut ketidaksesuaian tersebut dikarenakan Sidalih yang masih dalam tahap perbaikan. "Namun, dalam ketentuan penyusunan daftar pemilih, hard copy DPT harus sesuai dengan Sidalih. Sebab, seharusnya sidalih menjadi alat bantu penyusunan DPT," urai Aang.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan sikap KPU yang belum memberikan salinan data DPT yang terdiri nama dan alamat (by name, by address) kepada bawaslu Jatim. Kembali mengutip penjelasan KPU Jatim, pemberian data tersebut terpaksa ditunda karena adanya perbaikan data.

"Pada dasarnya, kami masih menunggu salinan tersebut. Yang mana, nantinya akan kami audit dan tindaklanjuti berbagai temuan di lapangan. Kami masih menunggu karena menurut Bawaslu masih dalam proses," kata Aang.

Beberapa potensi temuan masalah terkait pemilih tersebut di antaranya keberadaan pemilih yang tak memenuhi syarat. Termasuk, keberadaan pemilih yang telah tercatat di DPT, namun kembali dimasukkan DPT (DPT Ganda).

"Hal itu yang kemudian menjadi catatan. Sebab, dengan waktu singkat bertambah sekian ratus ribu itu juga berpotensi persoalan. Oleh karena itu, akan kami lakukan audit," katanya.

Namun, secara keseluruhan Bawaslu mengapresiasi kerja keras KPU dalam melakukan perbaikan. "Namun, kami tetap mengapresiasi sikap KPI Jatim yang telah melakukan perbaikan," katanya.

Sebelum masa perbaikan kedua, KPU Jatim juga telah melakukan perbaikan pada masa perbaikan pertama. Pada masa perbaikan pertama, Bawaslu Jatim juga telah menemukan ratusan ribu data pemilih yang ganda.

Pada masa perbaikan yang berlangsung September silam itu, KPU Jatim pun mencoret 54.940 pemilih. Sehingga, dari data awal yang berjumlah 30.554.761 pemilih berkurang menjadi 30.490.761 pemilih. Namun, pada masa perbaikan kedua, jumlah pemilih kembali bertambah 521.705 pemilih.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved