Bersama Cak Imin, Gus Ipul Ajak Masyarakat Jadikan Momentum Maulid Nabi untuk Tabayyun

Wakil Gubernur Jatim selama dua periode tersebut mengajak masyarakat untuk kembali bersama menjaga semangat persatuan

Bersama Cak Imin, Gus Ipul Ajak Masyarakat Jadikan Momentum Maulid Nabi untuk Tabayyun
SURYA.co.id/Bobby Constantine Koloway
Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri acara Majelis Maulid Rosul SAW, Senin (12/11/2018) di Pondok Pesantren Arroudloh, Pasrepan, Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri acara Majelis Maulid Rasul SAW, Senin (12/11/2018). Berlangsung di Pondok Pesantren Arroudloh, Pasrepan, Pasuruan, acara ini juga dihadiri oleh ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Hadir pula Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuki Mustamar. Serta, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jatim dua periode tersebut mengajak masyarakat untuk kembali bersama menjaga semangat persatuan.

"Ini kesempatan untuk saling tabayyun," kata Gus Ipul di pesantren yang diasuh oleh KH Suadi Abu Amar ini.

Di dalam berbagai kesempatan, Gus Ipul yang juga menjadi salah satu Ketua PBNU ini mengatakan pentingnya bangunan kesatuan. Ia lantas mencontohkan bangunan kesatuan yang juga diajarkan oleh Nabi Muhammad.

Dalam momentum Maulid tersebut, Gus Ipul pun tak lupa mengajak masyarakat meneladani semangat Rasul menjaga kesatuan itu. Sudah tak selaiknya, masyarakat terpecah belah.

Hal senada pun dikatakan oleh Cak Imin.

"Bangunan persaudaraan yang kokoh ditopang oleh ketaatan pada jumhur ulama, keputusan ulama terbanyak, ada dalam Nahdlatul Ulama," tegas Cak Imin yang juga ditwittkan melalui akun twitternya, @CakImiNOW.

Bukan kali ini saja, Gus Ipul menggelorakan semangat persatuan. Hal ini pula yang lantas menjadikan Gus Ipul diharapkan tetap dapat menjadi salah satu figur pemersatu bagi para kiai sepuh, ulama, hingga para santri.

Harapan itu di antaranya juga terungkap saat ia menghadiri acara Haul KH Munif Djazuli di Pondok Pesantren Queen Alfalah, Ploso, Kediri, Minggu (11/11/2018). Dalam acara yang diikuti ribuan santri dan alumni itu para kiai sepuh juga hadir.

Di antaranya, KH Zaenudin Djazuli, KH Nurul Huda Djazuli, KH Fuad Djazuli, dan Nyai Badriyah Djazuli. Juga tampak para kiai kenamaan alumni Ponpes Alfalah dari berbagai daerah di Jatim dan Jateng.

Gus Ipul menyampaikan tentang peran kiai dan pentingnya mengingat dan meneladani kepemimpinan para kiai melalui haul seperti ini. Apalagi dalam situasi banyaknya tokoh yang secara instan ditokohkan padahal ilmu agamanya tidak tidak mendalam dan patut diteladani seperti para kiai di pesantren.

Kiai Nurhuda yang memberi sambutan setelah Gus Ipul mengamini apa yang diminta cucu salah satu pendiri NU KH Bisri Syansuri ini. Namun, ia juga meminta kepada Gus Ipul untuk tetap menjadi pemersatu para kiai meski belum terpilih menjadi Gubernur Jatim.

"MasyaAllah, selama ini Gus Ipul merupakan pejabat yang sangat dekat dengan para kiai. Perannya sangat besat dalam menyatukan para kiai sehingga tetap guyub dan selalu bersama dalam bersikap. Saya minta Gus Ipul tetap menjadi simpul pemersatu kami," kata Kiai Huda kala itu sambil terisak.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved