Smart City Jawa Timur

SDM Jadi Kendala Pelaksanaan Smart City di Kabupaten Magetan

Smart City di Kabupaten Magetan terkendala terbatasnya jumlah sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian pendukung pengelolaan kota pintar

SDM Jadi Kendala Pelaksanaan Smart City di Kabupaten Magetan
Surabaya.Tribunnews.com
Bupati Magetan Suprawoto bersama istrinya Titik Sudarti saat dilantik di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (24/9/2018). 

SURYA.co.id | MAGETAN - Pelaksanaan Smart City di Kabupaten Magetan terkendala terbatasnya jumlah sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keahlian pendukung pengelolaan kota pintar. 

Namun, yakin kendala itu bisa diatasi dalam tempo singkat.

Karena itu, meski baru berjalan, belum genap dua bulan, Suprawoto, bupati Magetan terpilih dan dilantik Gubernur Jatim Sukarwo, Senin 24 September 2018 kemarin, optimis pelaksanaan Smart City akan bermanfaat untuk warganya, terutama yang berada di pelosok pedesaan, jauh dari kota pemerintah kabupaten (Penkab).

Mantan Sekretaris Jenderal Komunikasi dan Informasi (Sekjen Kominfo) ini, mendahulukan konsep Smart City, bidang bidang yang langsung menyentuh dan bermanfaat bagi warganya, seperti pelayanan kependudukan dan perizinan yang terkait dengan perekonomian warga.

Bahkan, Suprawoto berencana menyediakan mobil layanan di setiap kecamatan yang bertugas keliling, dari desa ke desa untuk pelayanan terkait kependudukan dan perizinan, selain penyedian pelayanan lewat media internet.

Juga tidak lupa layanan kesehatan, yang saat ini mulai menunjukan peningkatan, malah sejumlah Puskesmas berhasil meraih penghargaan, pun RSUD dr Sayidiman yang dulunya dijauhi, dicibir, kini mulai mendapat pujian dari berbagai kalangan masyarakat, dan sekarang jadi jujukan masyarakat memeriksakan kesehatan.

1. Kapan Smart City mulai dirintis di Magetan ?

"Smart City sebuah kota pintar yang masyarakatnya dimudahkan urusanya, dalam hal ini pemerintah berperan sebagai penngungkitnya atau penariknya. Konsep Smart City itu ada smart goverment, smart bisnis, smart citizen, smart education".

"Oleh sebab itu ini harus disiapkan. Saya baru mempelajari, tapi saya yakin, walaupun teman teman belum memahami smart city, tapi apa yang diperbuatnya menuju ke salah satu arah smart city itu. Namun, untuk Magetan, menjadi smart goverment saja, kita harus sepakat. Karena apa, mestinya kalau smart, goverment to goverment, misal ketika saya (bupati) berhubungan dengan dinas, ini goverment to goverment itu sudah bagus. Tapi kenyataanya kan belum, masih harus ditingkatkan".

"Kemudian goverment to citizen, pemerintah dengan rakyatnya, walaupun sudah, tapi masih harus ditingkatkan. Contoh, kita kan tidak perlu antri mengurus KTP, kan bisa dilakukan lewat WA, itu namanya smart. Yang terpenting, rakyat berhubungan dengan pemerintah mudah. Itu tujuan smart city"

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved