Berita Jawa Timur

Pakde Karwo Jelaskan Alasan Realisasi Belanja Daerah Tak Pernah Capai Target 5 Tahun Terakhir

Gubernur Jatim, Soekarwo memberikan penjelasan belum tercapainya target realisasi belanja daerah Jawa Timur selama 5 tahun terakhir kepemimpinannya

Pakde Karwo Jelaskan Alasan Realisasi Belanja Daerah Tak Pernah Capai Target 5 Tahun Terakhir
surya/bobby constantine
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat menghadiri sidang paripurna DPRD Jatim, Jumat (31/8/2018). 

Jawa Timur memang menjadi salah satu provinsi dengan tingkat realisasi APBD cukup tinggi. Misalnya, apabila dibandingkan dengan Provinsi DKI Jakarta.

Pada 2017, penyerapan DKI Jakarta hanya sebesar 83,83 persen. Dari total anggaran sebesar Rp71,89 triliun, penyerapan APBD 2017 hanya mencapai Rp51,82 triliun.

Pakde Karwo pun memberikan penjelasan masih belum tercapainya target realisasi pendapatan tersebut. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah nilai lelang yang terkadang berada di bawah rencana anggaran.

"Kalau capaiannya masih di angka 94-95 persen itu bagus. Sebab, kalau ada nawar dengan lelang, kan jadi tidak pas dengan (rencana) lelangnya. Sementara, kalau ada yang rendah, kan harus diterima. Sehingga menjadi lebih (anggarannya)," kata Pakde Karwo yang juga Gubernur Jatim dua periode tersebut.

Meskipun serapan anggarannya belum mencapai 100 persen, tren pertumbuhan ekonomi di Jatim memiliki kencederungan di atas rata-rata pertumbuhan nasional.

Pada 2018 untuk semester 1 misalnya, pertumbuhan ekonomi di Jatim mencapai 5,57 persen. Sementara, untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia baru mencapai 5,06 persen. 

Realisasi Anggaran Pemrov Jatim:

Tahun 2014
Target: Rp20,96 triliun
Realisasi: Rp20,01 triliun (95,46 persen)

Tahun 2015:
Target: Rp24,36 triliun
Realisasi: Rp22,95 triliun (94,19)

Tahun 2016:
Target: Rp24,62 triliun
Realisasi: Rp23,86 triliun (96,93 persen)

Tahun 2017:
Target: Rp30,94 triliun
Realisasi: Rp28,89 triliun (93,39 persen)

Tahun 2018:
Target: Rp30,76 triliun
Realisasi: Rp12,77 triliun (41,51 persen sebelum akhir tahun)

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved