Berita Belitar

Jalan 6 Km Akses ke Pantai Serang Blitar Berlumpur, Reaksi Warga Tanam Pisang di Tengah Jalan

Setiap musim penghujan banyak jalan raya berubah jadi bletokan (lumpur). Itu karena sudah lama rusak, tetapi kurang perhatian Pemkab Blitar.

Jalan 6 Km Akses ke Pantai Serang Blitar Berlumpur, Reaksi Warga Tanam Pisang di Tengah Jalan
surya.co.id/imam taufiq
Jalan rusak di Desa Sumberagung, Kecamatan Panggungrejo, ditanami pohon pisang, Minggu (11/11/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR - Setiap musim penghujan  banyak jalan raya berubah jadi bletokan (lumpur). Itu karena sudah lama rusak, tetapi kurang perhatian Pemkab Blitar.  Seperti jalan raya sepanjang 6 km ini.

Jalan itu sudah lama rusak karena sejak dihotmix tahun 2009 lalu, dan sejak itu tak ada perawatan sama sekali.

Padahal, jalan itu menghungkan ke tempat Wisata Pantai Serang, yang selama ini dikenal banyak pengunjungnya.

Seandainya, jalan ke pantai itu baik, maka itu akan bisa mendongkrak PAD. Namun, karena jalannya 'dibiarkan' rusak, sehingga PAD-nya dari wisata itu tak sampai Rp 300 juta per tahun.

Buntut rusaknya jalan sepanjang 6 km itu, warga Desa Sumberagung, Kecamatan Panggungrejo, menanami pohon pisang di tengah jalan, Minggu (11/11/2018) siang.

Itu terutama di jalan-jalan yang aspalnya sudah mengelupas dan berlubang.

Padahal, jalan itu menghubungkan antarkecamatan, di antaranya, Kecamatan Panggungrejo dengan Kecamatan Binangun. Bahkan, setiap akhir pekan, jalan yang rusak itu dilewati wisatawan yang akan berlibur ke Pantai Serang.

Itu merupakan jalan satu-satunya, yang dari arah timur (mulai Kecamatan Selorejo, Kecamatan Kesamben, Kecamatan Doko).

"Sebenarnya, warga sudah lama menanyakan, kapan jalan yang rusak parah itu diperbaiki. Kami sendiri nggak bisa menjawab, karena itu merupakan tanggung jawab kabupaten (Pemkab Blitar)," tutur Sukani, Kades Sumberagung, Minggu (11/11/2018).

Menurut Sukani, jalan yang rusak parah itu tak hanya berada di desanya, melainkan ada di desa tetangganya, seperti Desa Salamrejo, dan Desa Sumber Kembar. Desa lainnya juga rusak namun tak separah di tiga desa itu.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved